Arsip Kategori: NEWS

PT KONTAK PERKASA

Pelemahan Dolar AS Dorong Kenaikan Harga Emas Global

PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 09/07/2018 – Harga emas global bergerak naik menjelang siang ini. Kenaikan ini didorong pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) seiring dengan rilis terbaru data  ketenagakerjaan AS yang mengecewakan

Pada Senin (9/7/2018) pukul 11:30 WIB, Harga emas 100 gram COMEX kontrak berjangka naik 0,40% ke US$1.256,28/troy ounce.

Pelemahan Dolar AS Dorong Kenaikan Harga Emas Global

Per Juni 2018, AS hanya berhasil menciptakan lapangan kerja baru sekitar 177.000, lebih kecil dari konsensus pasar di kisaran 190.000.

Tidak hanya itu, jumlah warga AS yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran meningkat secara tidak terduga sebanyak 3.000 orang ke 231.000 pada pekan lalu, mengutip data dari Departemen Tenaga Kerja AS.
 PT KONTAK PERKASA FUTURES
Nilai ini meleset jauh dari konsensus yang memperkirakan penurunan ke angka 225.000. Di sisi lain, angka pengangguran justru bergerak naik. Tingkat pengganguran di AS berada di kisaran pada periode Juni naik 0,2% ke posisi 4%.

Data-data ini mengindikasikan pasar tenaga kerja AS yang belum sepenuhnya pulih dan masih membutuhkan kebijakan moneter akomodatif.

Akibatnya dolar AS pun melemah karena muncul persepsi bahwa the Federal Reserve/The Fed tidak akan menaikkan suku bunga acuan hingga 4 kali tahun ini. Di tengah perang dagang melawan China, tingkat suku bunga acuan rendah memang menjadi opsi terbaik bagi perekonomian AS.

Pelemahan dolar AS pun mendorong harga emas global terkerek naik. Selain itu, tensi perang dagang antara AS dan China yang masih berkecamuk, membuat permintaan terhadap komoditas tersebut juga meningkat dan ikut berkontribusi kepada kenaikan komoditas tersebut

 PT KONTAK PERKASA FUTURES

Iklan

Melemah di Pasar Spot, Rupiah Melaju Kencang di Kurs Acuan

PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 02/07/2018 – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di kurs acuan bergerak menguat. Sementara di pasar spot, rupiah masih justru melemah meski agak tertolong arus modal masuk.

Pada Senin (2/7/2018), kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate/Jisdor berada di Rp 14.331. Rupiah menguat lumayan signifikan yaitu 0,51%.

Kurs Jisdor sepertinya masih merespons rupiah saat pembukaan di pasar spot. Pagi tadi, US$ 1 kala pembukaan pasar berada di Rp 14.250. Rupiah menguat 0,52% dibandingkan penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

Namun seiring perjalanan pasar, rupiah bergerak seperti galau. Pada pukul 08:20 WIB, US$ 1 dibanderol Rp 14.295. Rupiah masih menguat, tetapi tinggal 0,21%.

Pada pukul 08:46 WIB, rupiah bahkan berbalik melemah 0,03%. Dolar AS sudah kembali menembus kisaran Rp 14.300, tepatnya di Rp 14.330.

Lalu pada pukul 08:54 WIB, rupiah kembali menguat 0,03% dan dolar AS diperdagangkan di Rp 14.320. Terakhir pada pukul 10:07 WIB, US$ 1 dibanderol Rp 14.345. Rupiah kali ini melemah 0,14%.

Rupiah seperti terombang-ambing di antara sentimen positif di dalam negeri dan sentimen negatif eksternal. Dari dalam negeri, sebenarnya rupiah terbantu dengan langkah Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuan.

Akhir pekan lalu, BI memutuskan untuk menaikkan 7 day reverse repo rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25%. Lebih tinggi dibandingkan konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia yang memperkirakan kenaikan 25 basis poin ke 5%.

Kebijakan ini mampu menarik arus modal asing ke pasar keuangan domestik. Pada pukul 10:10 WIB, investor asing membukukan beli bersih Rp 139,85 miliar di pasar saham.

Sementara di pasar obligasi, masuknya arus modal tercermin dari penurunan imbal hasil (yield). Pada pukul 10:11 WIB, yield Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun tercatat di 7,739%. Turun dibandingkan penutupan akhir pekan lalu yaitu 7,803%.

PT KONTAK PERKASA 

www.kontakp.com

Pukul 09:00 WIB: Bank Mulai Jual Dolar AS Rp 14.300

PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 28/06/2018 –  Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus bergerak melemah pada perdagangan pagi hari ini. Depresiasi rupiah semakin dalam.

Pada Kamis (28/6/2018) pukul 09:00 WIB, US$ 1 di pasar spot ditransaksikan di Rp 14.270. Rupiah melemah 0,68% dibandingkan penutupan perdagangan sebelum libur Pilkada kemarin.

Pelemahan rupiah membuat bank menaikkan harga jual dolar AS, bahkan hingga mencapai kisaran Rp 14.300. Berikut data perdagangan dolar AS hingga pukul 08:50 WIB: 

Bank Harga Beli Harga Jual
Bank Mandiri* Rp 13.952,00 Rp 14.023,00
Bank BNI Rp 14.080,00 Rp 14.390,00
Bank BRI Rp 14.130,00 Rp 14.270,00
Bank BCA Rp 14.041,00 Rp 14.341,00

PT KONTAKPERKASA

Harga minyak WTI mencoba naik di pasar Asia

PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 20/06/2018 – Harga minyak mencoba naik di pasar Asia, setelah tumbang pada perdagangan di pasar Amerika Serikat. Ancaman perang dagang antara AS dan China diimbangi dengan sinyal positif dari OPEC.

Mengutip Bloomberg, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) pengiriman Juli di Nymex-AS ditutup turun 78 sen atau 1,20% menjadi US$ 65,07 sebarel pada Selasa (19/6). Sementara, di pasar Asia, Rabu (20/6) pukul 08.48 waktu Tokyo, harganya bergulir naik ke level US$ 65,27 sebarel.

PT KONTAK PERKASA

Sedangkan, minyak mentah Brent untuk pengantaran Agustus di ICE Futures Europe ditutup turun 26 sen menjadi US$ 75,08 per barel, kemarin.

Pasar komoditas merespons negatif persaingan dagang antara dua negara adidaya. Kemarin, China bersumpah akan membalas AS yang berniat mengutip tambahan tarif impor. Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tambahan tarif impor 10% terhadap barang-barang Cina lainnya senilai US$ 200 miliar. Ancaman Trump itu dilontarkan menyusul keputusan China menaikkan tarif impor sebesar US$ 50 miliar terhadap barang-barang AS.

Namun tekanan teredam, lantaran OPEC kemungkinan akan gagal menyepakati rencana peningkatan produksi dalam jumlah besar. Iran disebut akan berada di posisi yang berseberangan dengan Arab Saudi pada pertemuan OPEC, pekan ini. Teheran menolak berkompromi dan hanya membuka peluang untuk peningkatan produksi dalam jumlah kecil, tidak sebesar yang diinginkan Arab Saudi dan sekutunya Rusia.

Sepanjang bulan ini, harga minyak bergerak melemah, karena investor mengantisipasi kebijakan OPEC dan Rusia yang berniat mengerek produksi demi mengimbangi potensi penurunan pasokan dari Irak dan Venezuela. Sebelumnya, Rusia mengusulkan peningkatan produksi sebesar 1,5 juta barel per hari.

Namun, Iran, Irak dan Venezuela menegaskan terlalu cepat untuk mundur dari kesepakatan pemotongan produksi yang bertujuan untuk mengikis kelebihan suplai di pasar global.

PT KONTAKPERKASA FUTURES

Harga minyak naik karena sinyal peningkatan produksi OPEC akan lebih kecil

PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 19/06/2018 – Harga minyak dunia naik karena sinyal peningkatan produksi yang dipertimbangkan oleh OPEC+ akan lebih kecil dari rencana awal.

Mengutip Bloomberg, Senin (18/6), harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli di Nymex-AS ditutup naik 1,21% menjadi US$ 65,85 per barel. Sedangkan, harga minyak mentah Brent untuk penyelesaian Agustus di ICE Futures Europe berakhir naik US$ 1,90 menjadi US$ 75,34 per

KONTAKPERKASA FUTURES

Meski demikian, di pasar Asia pada Selasa (19/6) pukul 06.48 WIB, harga minyak WTI bergerak turun tipis ke level US$ 65,79 sebarel.

Sumber yang mengetahui rencana diskusi OPEC+ pada akhir bulan ini, menyebutkan bahwa anggota OPEC mempertimbangkan peningkatan produksi sekitar 300.000 hingga 600.000 barel per hari selama beberapa bulan ke depan. Angka tersebut lebih rendah dari usulan Rusia dan Arab Saudi yaitu 1,5 juta barel. Kelompok produsen minyak ini akan bertemu secara resmi di Wina pada pekan ini untuk membahas mengenai keberlanjutan kesepakatan pemangkasan produksi.

“Itu akan menjadi perkembangan yang bullish jika peningkatan produksi hanya mendekati 300.000 barel, bukan 1,5 juta,” kata Bob Yawger, Direktur berjangka Mizuho Securities USA Inc, seperti dilansir Bloomberg, Selasa.

Berita utama OPEC akan sedikit lebih sensitif bagi harga patokan internasional dibandingkan terhadap WTI,” imbuhnya.

Sebelumnya, bulan ini, harga minyak di AS sudah turun 1,8% di tengah potensi OPEC mengurangi kuota pemangkasan produksi yang sudah dilakukan sejak 2017. Namun, Iran, Venezuela dan Irak menolak gagasan itu.

Iran mengklaim memiliki dukungan dari Irak dan Venezuela untuk memveto setiap usulan peningkatan produksi yang lebih besar. “Jika Arab Saudi dan Rusia menginginkan peningkatan produksi, membutuhkan suara bulat,” kata Hossein Kazempour Ardebili, perwakilan Iran di OPEC, Minggu.

Phil Flynn, analis pasar senior di Prices Futures Group menilai, hal itu akan memberi pasar alasan untuk tidak sell. “Penurunan ekspor dari Iran dan Venezuela akan meredam dampak dari rencana kenaikan produksi minyak OPEC,” katanya.

PT KONTAKPERKASA

Harga bitcoin ambrol terimbas kabar peretasan uang kripto Korea Selatan

PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 13/06/2018 – Bitcoin (BTC) jatuh ke level terendah dua bulan pada hari Selasa (11/6), khawatir terhadap regulasi dan keamanan yang menyimpang setelah peretasan mata uang Korea Selatan pada akhir pekan, Coinrail.

Mata uang virtual asli ini mendekati level terendah tahun ini hingga di bawah US$ 6.000 per BTC pada platform Bitstamp. Nilainya telah longsor ke titik terendah di bawah US$ 6.500 per BTC dan terakhir diperdagangkan turun 4,7% pada US$ 6.551,48 per BTC.

 

KONTAK PERKASA FUTURES BALI 

Sejak awal tahun bitcoin sudah anjlok hampir 53%, setelah melonjak lebih dari 1.300% tahun lalu.

Pada hari Minggu, Coinrail, matauang kripto relatif kecil di Korea Selatan, terkena peretasan siber. Akibatnya sekitar 30% koin yang diperdagangkan di bursa lenyap. Mesti tidak mengungkapkan nilainya, media Korea Selatan Yonhap memperkirakan nilai uang kripto yang hilang mencapai 40 miliar won (US$ 37,28 juta).

Kabar peretasan terbaru itu mendorong penurunan kapitalisasi pasar uang kripto hingga lebih dari US$ 40 miliar pada hari Minggu. Bitcoin sendiri menurun hampir sebesar US$ 1.000.

“Bitcoin dalam keadaan hampa likuiditas saat ini. Volume pertukaran crypto sekarang di bawah US$ 5 miliar per hari, tingkat terendah sejak November 2017,” kata Mati Greenspan, analis pasar senior dari Israel, di eToro, kepada Reuters.

“Karena aktivitas perdagangan sangat rendah, bahkan sejumlah kecil tekanan dapat menggerakkan harga cukup drastis. Mirip seperti jika Anda memukul bola bisbol di luar angkasa,” tambahnya.

Mata uang digital lain juga menurun, seolah menaruh simpati pada bitcoin. Ethereum, uang kripto terbesar kedua berdasarkan nilai pasar, turun 5% selama 24 jam terakhir menjadi US$ 496,07. Adapun uang virtual terbesar ketiga, Ripple, turun 4,3% menjadi US$ 0,55.

Korea Selatan adalah salah satu pusat perdagangan matauang kripto utama dunia dan merupakan rumah bagi salah satu pertukaran koin virtual yang paling banyak diperdagangkan, Bithumb.

PT KONTAK PERKASA

Bursa Asia dibuka semringah mengekor Wall Street

 PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI  07/06/2018 – Pasar saham Asia dibuka menguat pada perdagangan Kamis (7/6). Pelaku pasar optimistis terhadap pertumbuhan ekonomi global dan harapan meredanya ketegangan perang dagang.

Mengutip Bloomberg, indeks Nikkei 225 naik 0,70% pada pukul 07.55 WIB. Lalu, indeks Kospi di Korea Selatan menanjak 0,85%, setelah ditutup karena libur kemarin. Di Australia, indeks S&P/ASX 200 juga bergerak naik 0,54%.

KONTAK PERKASA

Bursa Asia mengekor penguatan Wall Street. Semalam, indeks S&P 500 menorehkan kenaikan empat hari berturut-turut. Nasdaq Composite bahkan mencetak rekor tertinggi hari ketiga. Bursa saham Amerika Serikat solid lantaran data ekonomi Paman Sam terus menunjukkan perbaikan. Teranyar, defisit perdagangan bulan April mengecil, karena AS membukukan rekor penjualan ekspor. Data ini semakin meyakinkan prospek pertumbuhan kuartal kedua bakal kuat.

Selain sentimen makroekonomi, pasar juga mulai terbiasa dengan ancaman proteksionisme perdagangan. Investor akan mencermati pertemuan kelompok G7 mulai Jumat ini untuk melihat perkembangan lebih lanjut soal perang dagang. Sebelumnya, Uni Eropa dan Kanada diperkirakan bakal mengancam langkah pembalasan terhadap AS, kecuali Presiden Donald Trump membatalkan penerapan tarif impor baja dan aluminium.

Pelaku pasar juga menanti pertemuan Federal Reserve dan European Central Bank (ECB) pada bulan ini untuk mencari petunjuk tentang kebijakan moneter. Kepala Ekonom ECB Peter Praet, Rabu, mengkonfirmasi pertemuan minggu depan akan menjadi sangat penting untuk memutuskan kapan harus mengakhiri program pembelian obligasi.

Dari pasar komoditas, harga minyak mentah di pasar Asia menguat, setelah kemarin turun tajam setelah stok minyak di AS naik. (Sumber,bloomberg)

KONTAK PERKASA BALI