Tag Archives: bursa saham

PT KONTAK PERKASA – Saham Jepang turun tetapi terbatas menjelang G20

PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 25/06/2019 – Rata-rata saham Nikkei Jepang turun pada Selasa di tengah-tengah meningkatnya ketegangan AS-Iran serta penguatan yen membebani eksportir, tetapi penurunan terbatasi menjelang pertemuan G20, yang dapat menentukan arah selera risiko jangka pendek.

PT KONTAK PERKASA

Nikkei mengakhiri sesi pagi turun 0,21% di 21.241,28.

Presiden AS Donald Trump dan Cina Xi Jinping diperkirakan akan membahas masalah perdagangan di sela-sela KTT G20 28-29 Juni di Jepang.

Pertemuan tersebut merupakan pertemuan pertama bagi para pemimpin sejak pembicaraan perdagangan macet di bulan Mei, yang menyebabkan kenaikan tarif AS atas impor barang-barang Tiongkok.(yds)

Sumber: Reuters

Advertisements

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Tak Kunjung Sehat, Izin Usaha Bank di Denpasar Dicabut OJK

PT KONTAK PERKASA FUURES BALI 21/06/2019 –  Otoritas Jasa Keuangan (OJK)mencabut izin usaha PT Bank Perkreditan Rakyat Legian, yang beralamat di Jalan Gajah Mada No.125 – 127 Denpasar, Provinsi Bali. Pencabutan izin usaha dikeluarkan melalui Keputusan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor KEP-103/D.03/2019 tentang Pencabutan Izin Usaha PT Bank Perkreditan Rakyat Legian terhitung sejak 21 Juni 2019.

KONTAK PERKASA FUTURES
Pencabutan izin usaha PT Bank Perkreditan Rakyat Legian dilakukan setelah Pemegang Saham dan pengurus BPR tidak dapat melakukan penyehatan terhadap BPR dalam jangka waktu pengawasan khusus sesuai dengan ketentuan maksimal dua bulan dari tanggal 28 Maret 2019 hingga 28 Mei 2019.

Penetapan status Bank Dalam Pengawasan Khusus (BDPK) disebabkan permasalahan pengelolaan manajemen yang tidak mengacu pada prinsip kehati-hatian dan tatakelola yang baik serta adanya intervensi negatif Pemegang Saham Pengendali (PSP) dalam kegiatan operasional bank yang mengakibatkan kinerja keuangan BPR tidak dapat memenuhi standar yang ditetapkan sesuai ketentuan yang berlaku yaitu rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) paling sedikit sebesar 8%.

KONTAK PERKASA FUTURES
Namun upaya penyehatan yang dilakukan BPR sampai dengan batas waktu yang ditentukan tersebut tidak dapat memperbaiki kondisi BPR untuk keluar dari status BDPK, yang harus memiliki rasio KPMM paling sedikit sebesar 8%.

Dengan pencabutan izin usaha PT Bank Perkreditan Rakyat Legian, selanjutnya Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) akan menjalankan fungsi penjaminan dan melakukan proses likuidasi sesuai Undang-undang No. 24 Tahun 2004 Tentang Lembaga Penjamin Simpanan sebagaimana diubah dengan Undang-Undang No. 7 Tahun 2009.

Otoritas Jasa Keuangan mengimbau kepada nasabah PT Bank Perkreditan Rakyat Legian agar tetap tenang karena dana masyarakat di perbankan termasuk BPR dijamin LPS sesuai ketentuan yang berlaku, ujar OJK dalam keterangan resmi, Jumat (21/6/2019).

smber : cnbcnews

KONTAK PERKASA FUTURES – Saham Hong Kong ditutup mencatatkan kenaikan keempat beruntun

PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 20/06/2019 – Saham-saham Hong Kong berakhir naik lebih dari satu persen pada Kamis ini untuk kenaikan keempat beruntun setelah Federal Reserve mengindikasikan akan memangkas suku bunga, dengan spekulasi akan melakukannya bulan depan.

KONTAK PERKASA FUTURES

Indeks Hang Seng melonjak 1,23 persen, atau 348,29 poin, ke level 28.550,43.

Indeks Shanghai Composite menguat 2,38 persen, atau 69,32 poin, ke level 2.987,12, sedangkan Indeks Shenzhen Composite, yang menelusuri saham di bursa kedua China, menambahkan 1,95 persen, atau 29,83 poin, ke level 1.556,60.(Arl)

Sumber : AFP

KONTAK PERKASA – IHSG Menguat, Investor Asing kok Malah Kabur?

PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 18/06/2019 – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya bangkit setelah terjatuh selama 4 hari beruntun. Pada pembukaan perdagangan Selasa ini (18/6), IHSG menguat 0,07% ke level 6.195,13.

Pada pukul 10:40 WIB, IHSG telah memperlebar penguatannya menjadi 0,61% ke level 6.228,4.

Kinerja IHSG senada dengan mayoritas bursa saham utama kawasan Asia yang juga sedang ditransaksikan di zona hijau: indeks Hang Seng naik 0,53%, indeks Straits Times juga naik 0,76%, dan indeks Kospi naik 0,48%.

Aksi beli dilakukan di bursa saham Benua Kuning seiring dengan optimsime bahwa The Federal Reserve selaku bank sentral AS akan memangkas tingkat suku bunga acuan pada tahun ini. Sebagai informasi, pertemuan The Fed untuk bulan ini akan digelar pada hari Selasa (18/6/2019) dan Rabu (19/6/2019) waktu setempat.

Memang, The Fed diperkirakan masih akan mempertahankan tingkat suku bunga acuan di level 2,25%-2,5% pada pertemuan bulan ini.

IHSG Menguat, Investor Asing Kok Tinggalkan Pasar Saham?Foto: Gubernur bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve, Jerome Powell

Namun, diharapkan bahwa The Fed akan mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang mengindikasikan pemangkasan tingkat suku bunga acuan selepas menggelar pertemuan selama 2 hari tersebut.

kontak perkasa

Beberapa waktu yang lalu, Jerome Powell (Gubernur The Fed) telah secara gamblang memberi sinyal pemangkasan tingkat suku bunga acuan yakni dengan mengubah standar referensinya dari The Fed yang “sabar” dalam menentukan suku bunga menjadi bank sentral akan memperhatikan dampak perang dagang dan akan mengambil tindakan “yang sesuai”.

“Kami memantau dengan ketat dampak dari berbagai perkembangan ini terhadap proyeksi perekonomian AS dan, selalu, kami akan mengambil tindakan yang sesuai untuk mempertahankan pertumbuhan (ekonomi), dengan pasar tenaga kerja yang kuat dan inflasi yang ada di sekitar target simetris 2% kami,” kata Powell, dilansir dari Reuters.
Namun sayang, terlepas dari penguatan IHSG, investor asing nyatanya belum juga melirik pasar saham tanah air. Pada perdagangan kemarin (17/6/2019), investor asing membukukan jual bersih senilai Rp 206,4 miliar di pasar reguler. Hingga berita ini diturunkan, jual bersih investor asing di pasar reguler adalah senilai Rp 14,7 miliar.

Saham-saham yang banyak dilego investor asing pada hari ini di antaranya: PT Bank Rakyat Indonesia Tbk/BBRI (Rp 8,7 miliar), PT Bank Negara Indonesia Tbk/BBNI (Rp 7,5 miliar), PT Matahari Department Store Tbk/LPPF (Rp 5,5 miliar), PT Bank Danamon Tbk/BDMN (Rp 3,6 miliar), dan PT Gudang Garam Tbk/GGRM (Rp 1,7 miliar).

Smber: cnbcnews

KONTAK PERKASA FUTURES – Rupiah Masih Kuat di Kurs Tengah BI, Tapi Terpeleset di Spot

PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 12/06/2019 – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih menguat di kurs tengah Bank Indonesia (BI). Namun di pasar spot, rupiah terpeleset.
KONTAK PERKASA FUTURES
Pada Rabu (12/6/2019), kurs tengah BI atau kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate/Jisdor berada di Rp 14.234. Rupiah menguat 0,17% dibandingkan posisi hari sebelumnya.
Namun di pasar spot, rupiah yang awalnya menguat malah tergelincir. Kala pembukaan pasar, rupiah menguat 0,11%. Tidak sekadar menguat, rupiah bahkan menjadi yang terbaik di Asia.

Namun kemudian mata uang Tanah Air limbung. Pada pukul 10:10 WIB, US$ 1 dibanderol Rp 14.235, sama persis dengan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya alias stagnan.

Tidak cuma rupiah, beberapa mata uang utama Asia yang awalnya perkasa pun kini berbalik menyerah di hadapan dolar AS. Yuan China, rupee India, won Korea Selatan, ringgit Malaysia, peso Filipina, dolar Singapura, sampai dolar Taiwan seluruhnya melemah.

Berikut perkembangan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama Benua Kuning pada pukul 10:11 WIB:

Smber : cnbcnews

pt kontak perkasa

PT KONTAK PERKASA – China dan India Angkat Harga Batu Bara

PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 11/06/2019 – Peningkatan impor batu bara di sejumlah negara membuat harga komoditas ini melonjak lebih dari 2%. Selain itu, harga batu bara yang sempat jatuh ke posisi terendah dalam dua tahun terakhir membuat potensi rebound teknikal semakin tinggi.

Pada penutupan perdagangan Senin (10/6/2019), harga batu bara acuan Newcastle kontrak pengiriman Juli meroket hingga 2,3% ke posisi US$ 75,75/metrik ton.

Berdasarkan data yang dirilis oleh otoritas setempat, impor batu bara China pada Mei 2019 melesat hingga 23 year-on-year (YoY) menjadi 27,47 juta ton. Kementerian Batu Bara India juga mengumumkan impor batu bara kokas pada tahun fiskal 2018-2019 yang berakhir pada Maret 2019 naik 10,3% YoY menjadi 51,84 juta ton. Sedangkan impor batu bara thermal juga naik 13,7% ke ke posisi 183,4 juta ton pada periode yang sama.

Tentu saja kabar tersebut membuat pelaku pasar sumringah. Permintaan batu bara global ternyata masih mampu tumbuh.

PT KONTAK PERKASA

Terlebih China dan India merupakan negara yang menguasai sebagian besar permintaan batu bara impor (seborne). China mengambil porsi 22% dari total permintaan batu bara impor dunia, sementara porsi India adalah 19%.

Namun sejatinya pasar batu bara global juga masih akan menghadapi beberapa tantangan. Pertama, tentu saja perlambatan ekonomi global yang diprediksi masih akan terus berlangsung hingga tahun depan.

Pekan lalu, Bank Dunia kembali memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global untuk 2019 menjadi 2,6% dari sebelumnya 2,9%. Itu akan membuat proyeksi permintaan energi, yang sebagian besar berasal dari batu bara, berpotensi melemah.

Apalagi saat ini potensi eskalasi perang dagang Amerika Serikat (AS) dengan China. Kemarin Presiden AS Donald Trump menegaskan kesiapannya untuk mengenakan bea impor baru pada China bila tidak ada kesepakatan pada pertemuan negara G20 pada bulan ini di Tokyo.

Bila kedua negara ternyata tidak bisa menghasilkan kesepakatan apa pun, maka perekonomian global bisa mendapat hambatan yang lebih besar. Pasalnya pada bulan lalu, AS dikabarkan tengah mengkaji dampak tarif 25% pada produk China senilai US$ 300 miliar.

Kedua, ada potensi peningkatan produksi batu bara global. Pada tahun fiskal 2018-2019, produksi batu bara domestik India naik hingga 8,1% YoY. Sebelumnya pemerintah India juga telah memasang target peningkatan produksi batu bara sebesar 8,75% YoY untuk tahun fiskal 2019-2020.

China pun demikian. Berdasarkan keterangan dari Biro Statistik Nasional Negeri Tirai Bambu, ada kapasitas produksi batu bara tambahan sebesar 194 juta ton yang siap untuk digarap tahun ini. Asosiasi batu bara China juga telah memasang target peningkatan produksi sebesar 100 juta ton pada 2019.

Bertambahnya pasokan akan membuat keseimbangan fundamental di pasar akan terganggu dan berpotensi semakin membebani harga.

kontak perkasa

Indeks saham berjangka AS menuju penurunan moderat

PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 25/03/2019 – Saham berjangka AS tergelincir pada hari Senin, karena investor berjuang setelah data menunjukkan pelemahan pada ekonomi global yang memicu hari terburuk untuk ekuitas sejak awal tahun.

KONTAK PERKASA

Dalam aksi volatile, Dow Jones Industrial Average berjangka terakhir turun 24 poin, atau 0,1%, menjadi 25.543, indeks berjangka S&P 500 turun 4,4 poin, atau 0,2%, ke level 2.806,25 dan berjangka Nasdaq-100 turun 28,50 poin, atau 0,4%, ke 7,338.(yds)

Sumber: Marketwatch