Arsip Tag: HARGA MINYAK

Harga minyak WTI mencoba naik di pasar Asia

PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 20/06/2018 – Harga minyak mencoba naik di pasar Asia, setelah tumbang pada perdagangan di pasar Amerika Serikat. Ancaman perang dagang antara AS dan China diimbangi dengan sinyal positif dari OPEC.

Mengutip Bloomberg, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) pengiriman Juli di Nymex-AS ditutup turun 78 sen atau 1,20% menjadi US$ 65,07 sebarel pada Selasa (19/6). Sementara, di pasar Asia, Rabu (20/6) pukul 08.48 waktu Tokyo, harganya bergulir naik ke level US$ 65,27 sebarel.

PT KONTAK PERKASA

Sedangkan, minyak mentah Brent untuk pengantaran Agustus di ICE Futures Europe ditutup turun 26 sen menjadi US$ 75,08 per barel, kemarin.

Pasar komoditas merespons negatif persaingan dagang antara dua negara adidaya. Kemarin, China bersumpah akan membalas AS yang berniat mengutip tambahan tarif impor. Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tambahan tarif impor 10% terhadap barang-barang Cina lainnya senilai US$ 200 miliar. Ancaman Trump itu dilontarkan menyusul keputusan China menaikkan tarif impor sebesar US$ 50 miliar terhadap barang-barang AS.

Namun tekanan teredam, lantaran OPEC kemungkinan akan gagal menyepakati rencana peningkatan produksi dalam jumlah besar. Iran disebut akan berada di posisi yang berseberangan dengan Arab Saudi pada pertemuan OPEC, pekan ini. Teheran menolak berkompromi dan hanya membuka peluang untuk peningkatan produksi dalam jumlah kecil, tidak sebesar yang diinginkan Arab Saudi dan sekutunya Rusia.

Sepanjang bulan ini, harga minyak bergerak melemah, karena investor mengantisipasi kebijakan OPEC dan Rusia yang berniat mengerek produksi demi mengimbangi potensi penurunan pasokan dari Irak dan Venezuela. Sebelumnya, Rusia mengusulkan peningkatan produksi sebesar 1,5 juta barel per hari.

Namun, Iran, Irak dan Venezuela menegaskan terlalu cepat untuk mundur dari kesepakatan pemotongan produksi yang bertujuan untuk mengikis kelebihan suplai di pasar global.

PT KONTAKPERKASA FUTURES

Iklan

Harga minyak naik karena sinyal peningkatan produksi OPEC akan lebih kecil

PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 19/06/2018 – Harga minyak dunia naik karena sinyal peningkatan produksi yang dipertimbangkan oleh OPEC+ akan lebih kecil dari rencana awal.

Mengutip Bloomberg, Senin (18/6), harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli di Nymex-AS ditutup naik 1,21% menjadi US$ 65,85 per barel. Sedangkan, harga minyak mentah Brent untuk penyelesaian Agustus di ICE Futures Europe berakhir naik US$ 1,90 menjadi US$ 75,34 per

KONTAKPERKASA FUTURES

Meski demikian, di pasar Asia pada Selasa (19/6) pukul 06.48 WIB, harga minyak WTI bergerak turun tipis ke level US$ 65,79 sebarel.

Sumber yang mengetahui rencana diskusi OPEC+ pada akhir bulan ini, menyebutkan bahwa anggota OPEC mempertimbangkan peningkatan produksi sekitar 300.000 hingga 600.000 barel per hari selama beberapa bulan ke depan. Angka tersebut lebih rendah dari usulan Rusia dan Arab Saudi yaitu 1,5 juta barel. Kelompok produsen minyak ini akan bertemu secara resmi di Wina pada pekan ini untuk membahas mengenai keberlanjutan kesepakatan pemangkasan produksi.

“Itu akan menjadi perkembangan yang bullish jika peningkatan produksi hanya mendekati 300.000 barel, bukan 1,5 juta,” kata Bob Yawger, Direktur berjangka Mizuho Securities USA Inc, seperti dilansir Bloomberg, Selasa.

Berita utama OPEC akan sedikit lebih sensitif bagi harga patokan internasional dibandingkan terhadap WTI,” imbuhnya.

Sebelumnya, bulan ini, harga minyak di AS sudah turun 1,8% di tengah potensi OPEC mengurangi kuota pemangkasan produksi yang sudah dilakukan sejak 2017. Namun, Iran, Venezuela dan Irak menolak gagasan itu.

Iran mengklaim memiliki dukungan dari Irak dan Venezuela untuk memveto setiap usulan peningkatan produksi yang lebih besar. “Jika Arab Saudi dan Rusia menginginkan peningkatan produksi, membutuhkan suara bulat,” kata Hossein Kazempour Ardebili, perwakilan Iran di OPEC, Minggu.

Phil Flynn, analis pasar senior di Prices Futures Group menilai, hal itu akan memberi pasar alasan untuk tidak sell. “Penurunan ekspor dari Iran dan Venezuela akan meredam dampak dari rencana kenaikan produksi minyak OPEC,” katanya.

PT KONTAKPERKASA

Harga minyak dunia naik didukung pelemahan dolar AS

PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 02/02/2018 –  Harga minyak dunia menguat pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena dolar AS yang lebih lemah membuat komoditas-komoditas yang dihargakan dalam dolar AS lebih menarik bagi para pemegang mata uang lainnya.

Dolar AS turun terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada Kamis (1/2), karena para investor mempertimbangkan sejumlah data ekonomi. Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,38 persen menjadi 89,047 pada pukul 15.00 waktu setempat. (20.00 GMT).

PT KONTAK PERKASA

Sentimen investor juga didorong oleh prospek yang dirilis Goldman Sachs. Goldman Sachs mengatakan pada Kamis (1/2) bahwa pasar kemungkinan mencapai keseimbangan antara penawaran dan permintaan, dan memperkirakan minyak mentah Brent diperdagangkan di atas 80 dolar AS per barel akhir tahun ini, menurut Market Watch.

Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret, naik 1,07 dolar AS, menjadi menetap di 65,80 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman April, bertambah 0,60 dolar AS menjadi ditutup pada 69,65 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange

Harga minyak naik setelah persediaan AS diperkirakan turun

PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 25/10/2017 – Harga minyak dunia berakhir lebih tinggi pada Selasa (Rabu pagi WIB), setelah persediaan minyak mentah Amerika Serikat diperkirakan akan menurun.

KONTAK PERKASA FUTURES 

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember, bertambah 0,57 dolar AS menjadi menetap di 52,47 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Desember, naik 0,96 dolar AS menjadi ditutup pada 58,33 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Para analis memperkirakan stok minyak mentah AS akan turun sebesar 2,5 juta barel dalam laporan persediaan mingguan terakhir. Stok bensin dan distilat juga diperkirakan akan turun setidaknya 1,5 juta barel.

Investor-investor sedang menunggu laporan resmi Badan Informasi Energi AS (EIA) yang dijadwalkan akan dirilis pada Rabu waktu setempat, untuk mendapatkan lebih banyak informasi tentang data persediaan minyak.

Sementara itu, harga minyak mendapat dukungan setelah menteri energi Saudi mengatakan bahwa fokus para eksportir minyak tetap mengurangi stok minyak ke rata-rata lima tahun mereka, dan meningkatkan prospek perpanjangan pengekangan produksi, setelah pakta pengurangan pasokan OPEC berakhir, menurut Reuters.

Harga minyak juga meningkat setelah akhir pekan lalu, perusahaan jasa ladang minyak Baker Hughes dalam laporan mingguannya, mengatakan bahwa jumlah rig yang beroperasi di ladang-ladang minyak AS berkurang tujuh rig menjadi total 736 rig.

Namun, para analis menyatakan bahwa pengurangan jjumlah rig pengeboran di AS bersifat sementara, karena aktivitas telah terkendali setelah terancam badai baru-baru ini.

Sementara itu, ketegangan geopolitik di Timur Tengah terus memberi dukungan di pasar minyak.

Para analis mengatakan kerusuhan di Timur Tengah dan meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran mendorong harga minyak, karena para pedagang khawatir ketegangan geopolitik dapat mengurangi ekspor minyak dari wilayah tersebut, demikian Xinhua melaporkan.

Harga minyak terus menguat di tengah ketegangan geopolitik

PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 19/10/2017 – Harga minyak dunia terus menguat pada Rabu (Kamis pagi WIB), dengan minyak mentah AS naik ke level tertinggi tiga minggu, karena meningkatnya gejolak di Timur Tengah memberikan dukungan di pasar.

Pasukan Irak benar-benar mengakhiri operasi besar untuk merebut kembali daerah-daerah yang disengketakan, yang diklaim Baghdad dan wilayah semi-otonom Kurdistan, kata militer Irak pada Rabu (18/10) seperti dilansir Xinhua.

Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan pada Rabu (18/10) bahwa Iran akan mengurangi kesepakatan nuklir internasional 2015 menjadi tercabik-cabik, jika Amerika Serikat mencabutnya, media setempat melaporkan.

Para pedagang juga fokus terhadap data persediaan minyak AS. Persediaan minyak mentah turun 5,7 juta barel pada pekan yang berakhir 13 Oktober menjadi 456,5 juta barel, 2,6 persen di bawah level setahun yang lalu, kata Badan Informasi Energi AS (EIA) dalam laporan mingguannya pada Rabu (18/10).

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November, naik 16 sen dolar AS menjadi menetap pada 52,04 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Desember, naik 27 sen menjadi ditutup pada 58,15 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

KONTAK PERKASA FUTURES 

Minyak bervariasi di tengah dimulainya perawatan kilang-kilang AS

PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 19/09/2017 – Harga minyak dunia berakhir bervariasi pada Senin (Selasa pagi WIB), ketika permintaan minyak terlihat menurun karena kilang-kilang atau fasilitas penyulingan minyak memulai perawatan musiman.

Kilang-kilang di Amerika Serikat akan memulai perawatan musiman bulan ini.

Permintaan minyak biasanya terpukul ketika kilang-kilang menutup unit-unit penting mereka yang terlibat dalam pengolahan minyak mentah menjadi bahan bakar minyak.

Sementara itu, para pedagang menjadi waspada setelah kenaikan tajam harga minyak baru-baru ini.

KONTAK PERKASA FUTURES

Harga minyak membukukan kenaikan yang kuat pekan lalu, dengan minyak AS mencapai level tertinggi multi bulan, setelah Badan Energi Internasional (IEA) melaporkan surplus pasokan minyak mentah global mulai menurun.

Di sisi data, jumlah rig yang beroperasi di ladang-ladang minyak Amerika Serikat turun tujuh rig menjadi total 756 rig selama pekan lalu, menurut sebuah laporan yang dikeluarkan oleh perusahaan jasa ladang minyak Baker Hughes pada Jumat (15/9).

Patokan AS, minyka mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober, naik 0,02 dolar AS menjadi menetap di 49,91 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan Eropa, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman November, menyusut 0,14 dolar AS menjadi ditutup pada 55,48 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

KONTAK PERKASA FUTURES

Harga minyak dunia naik karena permintaan BBM AS naik

PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 03/08/2017 –  Harga minyak dunia diperdagangkan lebih tinggi pada Rabu (Kamis pagi WIB), karena data menunjukkan terjadi kenaikan permintaan bahan bakar minyak di Amerika Serikat.

Persediaan minyak mentah AS juga turun 1,5 juta barel pada pekan yang berakhir 28 Juli, menjadi 481,9 juta barel, 2,0 persen di bawah level setahun yang lalu, menurut data yang dikeluarkan oleh Badan Informasi Energi AS (EIA) pada Rabu (2/8).

Di sisi permintaan, sebut Xinhua, data menunjukkan permintaan bensin di AS mencapai rekor tertinggi 9,842 juta barel per hari.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September naik 0,43 dolar AS menjadi menetap di 49,59 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan Eropa, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Oktober naik

0,58 dolar AS menjadi ditutup pada 52,36 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

PT KONTAK PERKASA FUTURES