Tag Archives: KONTAK PERKASA

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Dolar Bergerak Lebih Tinggi Karena Pasar Memutar Kembali Spekulasi Penurunan Suku Bunga Fed

PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 26/06/2019 – Dolar AS bergerak lebih tinggi pada hari Rabu, rebound dari level tiga bulan terendahnya karena pasar memutar balik harapan untuk penurunan suku bunga agresif oleh Federal Reserve bulan depan, tetapi harapan untuk beberapa pelonggaran moneter memeriksa kenaikan mata uang. Ekspektasi untuk pengurangan setengah poin persentase pada pertemuan Fed bulan Juli surut setelah Presiden Fed St. Louis James Bullard mengatakan pada hari Selasa bahwa langkah seperti itu “akan berlebihan”.

Baca juga :

PT KONTAK PERKASA FUTURES – Setelah Menang Banyak, Rupiah Kini Terlemah di Asia…

Secara terpisah, Ketua Fed Jerome Powell mengatakan bank sentral “terisolasi dari tekanan politik jangka pendek,” mendorong kembali terhadap tuntutan Presiden AS Donald Trump untuk penurunan suku bunga yang signifikan.

Komentar tersebut memperlemah ekspektasi untuk pelonggaran agresif, tetapi investor masih mengharapkan penurunan seperempat poin pada bulan depan.

Indeks dolar AS terhadap sejumlah mata uang naik tipis ke level 95,75 pada pukul 02:44 ET (06:44 GMT) pada hari Rabu, keluar dari level terendah tiga bulan di 95,36 yang dicapai pada hari Selasa.

KONTAK PERKASA

Dolar mendorong lebih tinggi terhadap yen, tetapi tetap berada dalam jarak dekat dari posisi terendah lima bulan karena meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran mendukung permintaan untuk mata uang safe-haven.

Namun, perdagangan kemungkinan akan melemah karena fokus bergeser ke pertemuan antara Trump dan Presiden China Xi Jinping pada pertemuan G20 pada akhir pekan, tetapi harapan rendah untuk terobosan yang akan mengakhiri perselisihan antara dua negara ekonomi terbesar di dunia itu.

œPowell khawatir tentang mengekang ekspektasi berlebih, tetapi imbal hasil Treasury jelas menuju lebih rendah dan data ekonomi A.S. tidak terlihat bagus. Pemotongan suku bunga di bulan Juli adalah kesepakatan yang dilakukan. 

Mata uang AS naik 0,2% pada level 107,38 yen setelah jatuh ke level 106,79 pada hari Selasa, terendah sejak penurunan pada awal Januari.

Euro sedikit berubah terhadap dolar berada di level 1,1356, mendorong kembali sedikit dari tertinggi tiga bulan pada hari Selasa di level 1,141.

Pound Inggris turun 0,2% pada level 1,2669 sebelum Bank of England (BoE) menerbitkan perkiraan inflasi kuartalan yang diawasi ketat pada hari Rabu nanti. (knc)

Sumber : Investing.com

Advertisements

KONTAK PERKASA – Kevin Aprilio Terjerat Utang Forex Rp 17 M, Rugi atau Ditipu?

PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 24/06/2019 – Kevin Aprilo, musisi sekaligus selebritis Indonesia ini, baru-baru ini membuat heboh netizen dengan pengakuannya yang pernah bangkrut dan memiliki utang hingga Rp 17 miliar.
Melalui akun Instagramnya @keviaprilio, Kevin sebenarnya ingin mengungkap siapa Vicy Melanie sebenarnya, sang kekasih yang menemani di masa-masa sulit.

Hingga pagi ini unggahan Kevin dalam bentuk video tersebut sudah mendapat view hampir 800.000, mendapat like hampir 90.000, dan lebih dari 5.000 komentar.
Dalam postingannya, putra pasangan musisi Addie MS dan Memes ini menyatakan utang Rp 17 miliar itu menjeratnya ketika berusia 25 tahun, akibat gagal besar dalam bisnis valuta asing alias forex.

Kevin Aprilio Terjerat Utang Forex hingga Rp 17 M, kok Bisa?Foto: Instagam Kevin Aprilio/Vicy Melanie


Trading
 forex merupakan salah satu bentuk instrumen investasi yang memiliki risiko tinggi, namun juga punya potensi untung yang tinggi, hukumnya tetap sama: high risk high return!

Kevin menceritakan dalam kondisi terjerat utang, ia sempat berfikir untuk bunuh diri, tetapi ia tetap berusaha tegar untuk menjaga nama baik kedua orang tuanya.

Ia pun berusaha keras untuk menutupi masalahnya agar tidak tercium media. Di tengah kebangkrutan, keterpurukan, dan lilitan utang yang besar, hadirlah Vicy, yang disebut sebagai seorang malaikat bagi Kevin.

Singkat cerita, bersama Vicy sang “malaikat”, Kevin berhasil mengatasi semua masalah-masalahnya hingga kembali sukses seperti sekarang.

Kevin Aprilio Terjerat Utang Forex hingga Rp 17 M, kok Bisa?Foto: Instagam Kevin Aprilio/Vicy Melanie

Cerita Kevin Aprilio terjerat utang miliaran di bisnis forex sebenarnya bukan hal yang baru. Ketika itu, 2 tahun lalu, ia sudah pernah mengungkapkan hal tersebut. Mengutip tayangan di kanal youtube Insert TRANSTV Official yang diunggah 26 Januari 2017, Kevin mengatakan mengenal bisnis forex dari Tommy Simanungkalit, suami teman ibunya yang sudah dianggap keluarga.

Pentolan grup band Vierratale ini mengatakan saat itu ia dijanjikan mendapat fixed profit 5% (keuntungan tetap) tiap bulan dengan menyetorkan sejumlah uang. Awal-awal investasi yang dilakukan Kevin memang menghasilkan cuan, sehingga ia mengajak teman dan koleganya untuk ikut berinvestasi.

Nah dari sini-lah awalnya utang-utang yang menjeratnya. Pada akhirnya semua uang yang diinvestasikan hilang. Usut punya usut, ternyata yang tertipu banyak orang tidak hanya Kevin, dan uang yang hilang dikatakan ratusan miliar.

“Sebenarnya semua korban adalah orang terdekatnya, karena kan orang terdekat yang bisa sebegitu percayanya naruh duit” kata Kevin, melansir kanal Youtube Insert TRANSTV Official.

Utang yang menjerat putra sulung Addie MS ini dikarenakan ia mengajak teman dan koleganya untuk ikut berinvestasi, dan merasa bertanggung jawab atas hilangnya semua uang yang diberikan. Meski bukan ia yang menghilangkan, tetapi Kevin tetap berniat baik untuk mencicil semua uang yang diberikan kepadanya.

“Makanya semua nasabah saya, bukan nasabah sih (tapi) semua yang percaya saya dan naruh di saya, gak ada yang mau menjarain saya, karena saya tanggung jawab, dan mereka tau yang muterin(menggunakan uangnya) bukan saya, saya tuh kayak middle man aja sihsebenarnya”, tegas musisi kelahiran 7 April 1990 ini.
Menurut Kevin kala itu di tahun 2015 ia sendiri menderita kerugian Rp 8 Miliar, itu belum termasuk uang 17 miliar yang dipercayakan kepadanya.

Jika dilihat dari cerita Kevin, sebenarnya ia tidak terjerat utang karena bisnis forex, namun lebih karena penipuan yang dilakukan oleh Tommy Simanungkalit dengan mengatasnamakan bisnis forex.

Smber : cnbcnews

KONTAK PERKASA FUTURES – Saham Hong Kong ditutup mencatatkan kenaikan keempat beruntun

PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 20/06/2019 – Saham-saham Hong Kong berakhir naik lebih dari satu persen pada Kamis ini untuk kenaikan keempat beruntun setelah Federal Reserve mengindikasikan akan memangkas suku bunga, dengan spekulasi akan melakukannya bulan depan.

KONTAK PERKASA FUTURES

Indeks Hang Seng melonjak 1,23 persen, atau 348,29 poin, ke level 28.550,43.

Indeks Shanghai Composite menguat 2,38 persen, atau 69,32 poin, ke level 2.987,12, sedangkan Indeks Shenzhen Composite, yang menelusuri saham di bursa kedua China, menambahkan 1,95 persen, atau 29,83 poin, ke level 1.556,60.(Arl)

Sumber : AFP

KPF BALI

PT KONTAK PERKASA – Trump-Xi Jinping Sudah Telponan, Bagaimana Nasib Harga CPO?

PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 19/06/2019 – Harga minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) menguat seiring adanya perkembangan positif terkait perang dagang Amerika Serikat (AS)-China. Namun proyeksi yang buruk atas ekspor minyak sawit bulan Juni masih membatasi kenaikan harga.

Pada perdagangan hari Rabu (19/6/2019) pukul 12:30 WIB, harga CPO acuan kontrak pengiriman September di Bursa Malaysia Derivatives Exchange (BMDEX) menguat 0,05% ke level US$ 2.023/ton. Namun sejak awal tahun 2019, harga CPO masih tercatat melemah 4,62%.

Sentimen positif yang lahir dari tulisan Presiden AS, Donald Trump di Twitter membuat harapan peningkatan permintaan kembali mencuat.

PT KONTAK PERKASA

Trump mengatakan dirinya telah melakukan percakapan yang sangat positif dengan Presiden China, Xi Jinping melalui sambungan telepon. Dari percakapan tersebut, Trump juga mengonfirmasi pertemuannya dengan Xi Jinping di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada 28-29 Juni mendatang.

PT KONTAK PERKASA

Ini merupakan kabar yang telah ditunggu-tunggu oleh pelaku pasar. Pasalnya setelah Trump membatalkan rencana untuk menandatangani kesepakatan dengan China bulan lalu, tidak ada satupun sinyal positif terkait nasib perang dagang.

Bahkan perang bea impor yang sejatinya adalah permasalahan negara, telah merembet menjadi konflik korporasi. Negeri Paman Sam telah memasukkan penguasa teknologi 5G asal China, Huawei ke dalam daftar hitam (blacklist). Itu membuat perusahaan AS tidak dapat membeli produk Huawei tanpa adanya izin dari pemerintah.

Ternyata tidak hanya AS. Perusahaan-perusahaan lain di berbagai negara pun latah. Contohnya ARM, produsen Chip asal Inggris yang membatalkan kontrak pembelian sejumlah komponen buatan Huawei.

Trump juga telah berkali-kali menyuarakan niatnya untuk memberi tarif baru sebesar 25% pada produk China senilai US$ 325 miliar yang sebelumnya bukan objek perang dagang. Kantor Perwakilan Dagang AS juga tengah mengkaji dampak dari implementasi tarif tersebut pada konsumen.

Kini, perundingan dagang dua raksasa ekonomi dunia memasuki babak baru. Meski damai dagang yang hakiki tampaknya masih sangat jauh, setidaknya risiko eskalasi dapat sedikit diredam.

Perang dagang menjadi isu yang akan mempengaruhi aktivitas industri di seluruh dunia. Karena saat dua kekuatan ekonomi terbesar di planet bumi saling hambat urusan perdagangan, seluruh negara di berbagai penjuru juga kena dampaknya.

Aktivitas industri, akan melambat dan menurunkan proyeksi peningkatan permintaan. Sebagai informasi, minyak sawit banyak dipakai di industri makanan, minuman, kosmetik, serta farmasi.

Sementara itu pelaku pasar juga masih takut akan penurunan permintaan di bulan Juni.

Tiga surveyor kargo (Societe Generale Surveillance, Amspec Agri Malaysia, dan Intertek Testing Services) mengatakan bahwa ekspor minyak sawit Malaysia periode 1-15 Juni 2019 turun pada kisaran 15-22% dibanding periode yang sama bulan sebelumnya.

Penurunan ekspor tentu bukan berita baik bagi investor karena berpotensi mengerek inventori lebih tinggi lagi. Posisi inventori minyak sawit Malaysia per bulan Mei mencapai 2,44 juta ton atau lebih tinggi 11% dibanding tahun sebelumnya.

Peningkatan stok tentu saja akan membuat keseimbangan fundamental (pasokan-permintaan) di pasar akan semakin timpang. Harga pun akan mendapat beban tambahan.

www.kontakp.com

PT KONTAK PERKASA – Awal Buruk Bagi Rupiah, Perlu Waspada Pekan Ini

PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 17/06/2019 – Rupiah kembali melemah menghadapi dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (17/5/19), melanjutkan pelemahan sepanjang pekan lalu.

Kembali tingginya ketidakpastian kondisi pasar global memberikan tekanan bagi Mata Uang Garuda. Belum selesai dengan China, AS kini menghadapi perang dagang dengan India.

Mulai 5 Juni, AS menghapus fasilitas Generalized System of Preference (GSP) bagi India. Penerapan GSP sebelumnya membuat berbagai produk dari India senilai US$5,6 miliar dapat masuk AS tanpa dikenai bea impor.
PT KONTAK PERKASA
Dengan penghapusan GSP, produk-produk asal India akan dikenakan tarif impor. Tidak heran, Negeri Bollywood membalas dengan mengenakan bea impor yang lebih tinggi terhadap 28 produk asal Negeri Hollywood.

Selain berkobarnya perang dagang AS – India, sentimen buruk dari pasar global juga muncul dari memanasnya situasi di Timur Tengah yang dipicu terbakarnya dua kapal tanker di kawasan tersebut. Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menuduh Iran ada di belakang serangan kapal tanker tersebut dengan ranjau laut.

Dalam kondisi yang dipenuhi ketidakpastian, aset-aset safe havenkembali menjadi primadona, dan dolar menjadi salah satu diantaranya.

Selain itu ledakan kapal tanker terjadi di jalur distribusi minyak mentah, yang membuat harga minyak mentah naik. Kenaikan harga tersebut berdampak negatif bagi rupiah, Indonesia sebagai importir tentunya akan terbebani tingginya harga minyak mentah.

Analisis Teknikal

Grafik: Rupiah (USD/IDR) Harian
Sumber: investing.com

Melihat grafik harian, rupiah yang disimbolkan dengan USD/IDR kini berada di atas rerata pergerakan (Moving Average/MA) 5 hari (garis biru) dan MA20 /rerata 20 hari (garis merah).

Jika pada hari ini mengakhiri perdagangan di atas MA 20, maka akan jadi kabar buruk, rupiah kemungkinan akan terus tertekan di pekan ini. Penutupan perdagangan di atas MA 20 juga akan membuat indikator MACD kembali ke wilayah positif, yang berarti sentimen bullish atau penguatan dolar AS.

Grafik: Rupiah (USD/IDR) 1 Jam
Sumber: investing.com

Pada time frame 1 jam, rupiah kembali bergerak di atas MA 5 (rerata pergerakan 5 jam) dan MA 20 (rerata pergerakan 20 jam).

Ruang pelemahan rupiah masih terbuka hingga ke level Rp 14.372. Namun tidak menutup kemungkinan rupiah bisa bangkit akibat koreksi teknikal melihat Indikator Stochastic yang berada di wilayah jenuh beli (overbought) dolar dalam waktu yang cukup lama. Target kebangkitan rupiah ke area Rp 14.320.

KONTAK PERKASA FUTURES – Rupiah Masih Kuat di Kurs Tengah BI, Tapi Terpeleset di Spot

PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 12/06/2019 – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih menguat di kurs tengah Bank Indonesia (BI). Namun di pasar spot, rupiah terpeleset.
KONTAK PERKASA FUTURES
Pada Rabu (12/6/2019), kurs tengah BI atau kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate/Jisdor berada di Rp 14.234. Rupiah menguat 0,17% dibandingkan posisi hari sebelumnya.
Namun di pasar spot, rupiah yang awalnya menguat malah tergelincir. Kala pembukaan pasar, rupiah menguat 0,11%. Tidak sekadar menguat, rupiah bahkan menjadi yang terbaik di Asia.

Namun kemudian mata uang Tanah Air limbung. Pada pukul 10:10 WIB, US$ 1 dibanderol Rp 14.235, sama persis dengan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya alias stagnan.

Tidak cuma rupiah, beberapa mata uang utama Asia yang awalnya perkasa pun kini berbalik menyerah di hadapan dolar AS. Yuan China, rupee India, won Korea Selatan, ringgit Malaysia, peso Filipina, dolar Singapura, sampai dolar Taiwan seluruhnya melemah.

Berikut perkembangan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama Benua Kuning pada pukul 10:11 WIB:

Smber : cnbcnews

pt kontak perkasa

PT KONTAK PERKASA – China dan India Angkat Harga Batu Bara

PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 11/06/2019 – Peningkatan impor batu bara di sejumlah negara membuat harga komoditas ini melonjak lebih dari 2%. Selain itu, harga batu bara yang sempat jatuh ke posisi terendah dalam dua tahun terakhir membuat potensi rebound teknikal semakin tinggi.

Pada penutupan perdagangan Senin (10/6/2019), harga batu bara acuan Newcastle kontrak pengiriman Juli meroket hingga 2,3% ke posisi US$ 75,75/metrik ton.

Berdasarkan data yang dirilis oleh otoritas setempat, impor batu bara China pada Mei 2019 melesat hingga 23 year-on-year (YoY) menjadi 27,47 juta ton. Kementerian Batu Bara India juga mengumumkan impor batu bara kokas pada tahun fiskal 2018-2019 yang berakhir pada Maret 2019 naik 10,3% YoY menjadi 51,84 juta ton. Sedangkan impor batu bara thermal juga naik 13,7% ke ke posisi 183,4 juta ton pada periode yang sama.

Tentu saja kabar tersebut membuat pelaku pasar sumringah. Permintaan batu bara global ternyata masih mampu tumbuh.

PT KONTAK PERKASA

Terlebih China dan India merupakan negara yang menguasai sebagian besar permintaan batu bara impor (seborne). China mengambil porsi 22% dari total permintaan batu bara impor dunia, sementara porsi India adalah 19%.

Namun sejatinya pasar batu bara global juga masih akan menghadapi beberapa tantangan. Pertama, tentu saja perlambatan ekonomi global yang diprediksi masih akan terus berlangsung hingga tahun depan.

Pekan lalu, Bank Dunia kembali memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global untuk 2019 menjadi 2,6% dari sebelumnya 2,9%. Itu akan membuat proyeksi permintaan energi, yang sebagian besar berasal dari batu bara, berpotensi melemah.

Apalagi saat ini potensi eskalasi perang dagang Amerika Serikat (AS) dengan China. Kemarin Presiden AS Donald Trump menegaskan kesiapannya untuk mengenakan bea impor baru pada China bila tidak ada kesepakatan pada pertemuan negara G20 pada bulan ini di Tokyo.

Bila kedua negara ternyata tidak bisa menghasilkan kesepakatan apa pun, maka perekonomian global bisa mendapat hambatan yang lebih besar. Pasalnya pada bulan lalu, AS dikabarkan tengah mengkaji dampak tarif 25% pada produk China senilai US$ 300 miliar.

Kedua, ada potensi peningkatan produksi batu bara global. Pada tahun fiskal 2018-2019, produksi batu bara domestik India naik hingga 8,1% YoY. Sebelumnya pemerintah India juga telah memasang target peningkatan produksi batu bara sebesar 8,75% YoY untuk tahun fiskal 2019-2020.

China pun demikian. Berdasarkan keterangan dari Biro Statistik Nasional Negeri Tirai Bambu, ada kapasitas produksi batu bara tambahan sebesar 194 juta ton yang siap untuk digarap tahun ini. Asosiasi batu bara China juga telah memasang target peningkatan produksi sebesar 100 juta ton pada 2019.

Bertambahnya pasokan akan membuat keseimbangan fundamental di pasar akan terganggu dan berpotensi semakin membebani harga.