Tag Archives: KURS

www.kontakp.com

Mata Uang Asia Sudah Menguat, Rupiah Masih Ketinggalan Kereta

PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 12/02/2019 –  Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah di kurs acuan. Dolar AS pun berhasil menembus level Rp 14.000.

Pada Selasa (12/2/2019), kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate/Jisdor berada di Rp 14.088. Rupiah melemah 0,66% dibandingkan posisi hari sebelumnya dan menyentuh titik terlemah sejak akhir Januari.

Rupiah sudah terdepresiasi 4 hari beruntun di kurs acuan, dan selama periode tersebut pelemahannya mencapai 1,01%. Namun dibandingkan posisi awal tahun, rupiah masih menguat 2,71%.

KONTAK PERKASA FUTURES
Tidak hanya di kurs acuan, rupiah juga melemah di pasar spot. Pada pukul 10:10 WIB, US$ 1 sama dengan Rp 14.070 di mana rupiah melemah 0,25%.

Padahal mayoritas mata uang Asia mampu menguat di hadapan dolar AS. Selain rupiah, hanya rupee India, yen Jepang, dan ringgit Malaysia yang melemah.

Dengan depresiasi 0,25%, rupiah sah menjadi mata uang terlemah di Asia. Untuk urusan melemah di hadapan dolar AS, rupiah menjadi juaranya.

Berikut perkembangan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama Benua Kuning pada pukul 10:12 WIB:

https://datawrapper.dwcdn.net/wf7QA/1/

kontak perkasa futures

PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI

Melemah di Pasar Spot, Rupiah Melaju Kencang di Kurs Acuan

PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 02/07/2018 – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di kurs acuan bergerak menguat. Sementara di pasar spot, rupiah masih justru melemah meski agak tertolong arus modal masuk.

Pada Senin (2/7/2018), kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate/Jisdor berada di Rp 14.331. Rupiah menguat lumayan signifikan yaitu 0,51%.

Kurs Jisdor sepertinya masih merespons rupiah saat pembukaan di pasar spot. Pagi tadi, US$ 1 kala pembukaan pasar berada di Rp 14.250. Rupiah menguat 0,52% dibandingkan penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

Namun seiring perjalanan pasar, rupiah bergerak seperti galau. Pada pukul 08:20 WIB, US$ 1 dibanderol Rp 14.295. Rupiah masih menguat, tetapi tinggal 0,21%.

Pada pukul 08:46 WIB, rupiah bahkan berbalik melemah 0,03%. Dolar AS sudah kembali menembus kisaran Rp 14.300, tepatnya di Rp 14.330.

Lalu pada pukul 08:54 WIB, rupiah kembali menguat 0,03% dan dolar AS diperdagangkan di Rp 14.320. Terakhir pada pukul 10:07 WIB, US$ 1 dibanderol Rp 14.345. Rupiah kali ini melemah 0,14%.

Rupiah seperti terombang-ambing di antara sentimen positif di dalam negeri dan sentimen negatif eksternal. Dari dalam negeri, sebenarnya rupiah terbantu dengan langkah Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuan.

Akhir pekan lalu, BI memutuskan untuk menaikkan 7 day reverse repo rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25%. Lebih tinggi dibandingkan konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia yang memperkirakan kenaikan 25 basis poin ke 5%.

Kebijakan ini mampu menarik arus modal asing ke pasar keuangan domestik. Pada pukul 10:10 WIB, investor asing membukukan beli bersih Rp 139,85 miliar di pasar saham.

Sementara di pasar obligasi, masuknya arus modal tercermin dari penurunan imbal hasil (yield). Pada pukul 10:11 WIB, yield Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun tercatat di 7,739%. Turun dibandingkan penutupan akhir pekan lalu yaitu 7,803%.

PT KONTAK PERKASA 

Kurs rupiah naik 34 poin

PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 23/11/2017 – Nilai tukar rupiah dalam transaksi antarbank di Jakarta naik 34 poin menjadi Rp13.489 per dolar AS pada Kamis pagi.

Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan minimnya petunjuk baru dari pejabat The Federal Reserve mengenai kenaikan suku bunga di Amerika Serikat membuat nilai tukar dolar AS cenderung melemah terhadap mata uang lainnya.

“Pelaku pasar memanfaatkan kondisi itu untuk mengurangi bobot asetnya pada dolar AS dan menambah bobot ke aset mata uang lainnya, termasuk rupiah,” katanya.

Data ekonomi yang positif di dalam negeri menurut dia juga ikut menopang penguatan rupiah.

“Pada triwulan III-2017, investasi mampu tumbuh 7,1 persen seiring dengan persepsi risiko investasi di Indonesia yang membaik, sementara ekspor juga mampu tumbuh melampaui impor,” katanya.

Research Analyst ForexTime Lukman Otunuga mengatakan peningkatan optimisme terhadap prospek ekonomi Indonesia akan terus mendukung penguatan nilai tukar mata uang domestik sementara dolar AS melemah setelah Ketua The Fed Janet Yellen menyampaikan pernyataan bernada waspada, yang memperkuat ekspektasi pasar tentang peningkatan suku bunga Fed secara bertahap.

KONTAK PERKASA FUTURES