Tag Archives: MINYAK

pt kontak perkasa futures

Produksi Minyak AS Diprediksi Naik, Apa Kabar Harga Minyak?

PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 20/01/2019 –  Harga minyak mentah pada siang hari ini (20/2) berbalik arah menguat, setelah berkubang di zona merah pagi hari tadi. Namun memang pergerakan harga minyak hari ini masih terbatas dan cenderung stagnan.

Hingga pukul 11:45 WIB, harga minyak jenis Brent kontrak April menguat sebesar 0,05% ke posisi US$ 66,48/barel, setelah sebelumnya juga melemah 0,08% kemarin (19/2).

Sementara harga minyak jenis lightsweet (WTI) kontrak Maret naik sebesar 0,25% ke level US$ 56,23/barel, setelah ditutup menguat 0,9% pada perdagangan sehari sebelumnya.
PT KONTAK PERKASA

Selama sepekan harga minyak telah naik sekitar 4,42% secara point-to-point. Sedangkan sejak awal tahun, harga si emas hitam masih tercatat naik sekitar 23%.

https://datawrapper.dwcdn.net/tSmh1/1/

Gerakan untuk mengurangi pasokan minyak dunia yang dipimpin oleh Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) masih menjadi faktor kunci yang mempengaruhi pergerakan harga minyak.

PT KONTAK PERKASA

Seperti yang telah diketahui sebelumnya, OPEC bersama Rusia dan sekutu lainnya telah bersepakat untuk memangkas produksi minyaknya hingga 1,2 juta barel/hari mulai 2019.

Pada bulan Januari, dalam laporan bulanan yang dirilis OPEC beberapa waktu lalu, produksi minyak dari 14 negara anggota organisasi tersebut telah terpangkas 797.000 barel/hari, atau hanya kurang sedikit dari kesepakatan yang sebesar 800.000 barel/hari.

Hal ini membuat pelaku pasar semakin optimis bahwa OPEC akan benar-benar patuh pada hasil pertemuannya dengan Rusia pada 7 Desember 2018 silam.

Bahkan tak cukup hanya itu, Menteri Energi Arab Saudi, Khalid al-Falih mengatakan bahwa negaranya berencana untuk memproduksi minyak sebesar 9,8 juta barel/hari di bulan Maret, seperti yang dilansir Finansial Times, mengutip Reuters. Artinya, Arab Saudi akan menambah kuota pemangkasan produksi lebih dari 500.000 barel/hari.

Faktor kunci lain yang ikut memberi sokongan bagi harga minyak adalah sanksi Amerika Serikat (AS) atas Iran dan Venezuela.
PT KONTAK PERKASA

Berdasarkan data pemantauan kapal yang didapat dari Refinitiv, rata-rata ekspor minyak Iran pada bulan Februari berada di level 1,25 juta barel.

Meskipun berada di atas ekspektasi pasar yang berada di bawah 1 juta barel/hari, namun jumlahnya telah jauh berkurang sejak mulai berlakunya sanksi AS atas program nuklir Negeri Persia pada April 2018.

Normalnya (sebelum ada sanksi) nilai ekspor minyak Iran setidaknya mencapai 2,5 juta barel/hari.

Sebagai akibat adanya pengurangan pasokan minyak yang digerakkan OPEC tersebut, Bank BNP Paribas mengatakan dalam sebuah catatan, bahwa pihaknya memprediksi harga minyak “akan menguat sampai kuartal III-2019” dengan rata-rata harga Brent sebesar US$ 73/barel, sedangkan WTI US$ 66/barel, mengutip Reuters.

Namun demikian, terus naiknya produksi minyak AS juga memberikan energi negatif bagi pergerakan harga minyak.

Sejak awal 2018, produksi minyak Negeri Paman Sam telah meningkat lebih dari 2 juta barel/hari.

Bahkan pada September 2018, produksi minyak AS menyentuh rekor, sebesar 11,9 juta barel/hari, yang memantapkan posisinya sebagai ‘Raja Minyak’ dunia.

Tak berhenti sampai di situ, kemarin lembaga resmi pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA) mengatakan bahwa produksi minyak negaranya masih akan terus naik, seiring dengan meningkatnya produksi minyak serpih, seperti yang dilansir dari Reuters.

Di saat pertumbuhan ekonomi global tengah melambat, maka meningkatnya pasokan akan membuat kesetimbangan fundamental (pasokan-permintaan) akan terganggu.

Advertisements
pt kontak perkasa futures bali

Berkat Arab Saudi, Harga Minyak Terus Menguat

PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 13/02/2019 – Harga minyak mentah pada pagi hari ini (13/2) kembali kembali menghijau. Hingga pukul 08:15 WIB, harga minyak jenis Brent kontrak April naik sebesar 0,67% ke posisi US$ 62,84/barel, setelah juga menguat 1,48% kemarin (12/2).

PT KONTAK PERKASA

Sementara harga minyak jenis lightsweet (WTI) kontrak Maret juga menguat sebesar 0,90% ke level US$ 53,58/barel, setelah ditutup naik 1,32% pada perdagangan kemarin.

Selama sepekan harga minyak tercatat melemah sekitar 0,3% secara point-to-point. Sedangkan sejak awal tahun, harga si emas hitam masih tercatat naik sekitar 17%.

https://datawrapper.dwcdn.net/BZifn/1/

Naiknya harga minyak masih mendapat dorongan dari rencana Arab Saudi untuk memangkas produksi minyaknya lebih besar daripada yang telah disepakati sebelumnya.

Menteri Energi Arab Saudi, Khalid Al Falih mengatakan Arab Saudi berencana untuk mengurangi produksi hingga mencapai level 9,8 juta barel/hari di bulan Maret, seperti dilaporkan Finansial Times yang dikutip dari Reuters.

PT KONTAK PERKASA

Artinya Arab Saudi akan menambah kuota pemangkasan produksi lebih dari 500.000 barel/hari.

Selain itu, American Petroleum Institute pagi ini melaporkan bahwa inventori minyak mentah AS untuk minggu yang berakhir pada 8 Februari di pusat distribusi Cushing, Oklahoma berkurang 502.000 barel, dibanding minggu sebelumnya.

Sumber : cnbcnews

Harga minyak WTI mencoba naik di pasar Asia

PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 20/06/2018 – Harga minyak mencoba naik di pasar Asia, setelah tumbang pada perdagangan di pasar Amerika Serikat. Ancaman perang dagang antara AS dan China diimbangi dengan sinyal positif dari OPEC.

Mengutip Bloomberg, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) pengiriman Juli di Nymex-AS ditutup turun 78 sen atau 1,20% menjadi US$ 65,07 sebarel pada Selasa (19/6). Sementara, di pasar Asia, Rabu (20/6) pukul 08.48 waktu Tokyo, harganya bergulir naik ke level US$ 65,27 sebarel.

PT KONTAK PERKASA

Sedangkan, minyak mentah Brent untuk pengantaran Agustus di ICE Futures Europe ditutup turun 26 sen menjadi US$ 75,08 per barel, kemarin.

Pasar komoditas merespons negatif persaingan dagang antara dua negara adidaya. Kemarin, China bersumpah akan membalas AS yang berniat mengutip tambahan tarif impor. Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tambahan tarif impor 10% terhadap barang-barang Cina lainnya senilai US$ 200 miliar. Ancaman Trump itu dilontarkan menyusul keputusan China menaikkan tarif impor sebesar US$ 50 miliar terhadap barang-barang AS.

Namun tekanan teredam, lantaran OPEC kemungkinan akan gagal menyepakati rencana peningkatan produksi dalam jumlah besar. Iran disebut akan berada di posisi yang berseberangan dengan Arab Saudi pada pertemuan OPEC, pekan ini. Teheran menolak berkompromi dan hanya membuka peluang untuk peningkatan produksi dalam jumlah kecil, tidak sebesar yang diinginkan Arab Saudi dan sekutunya Rusia.

Sepanjang bulan ini, harga minyak bergerak melemah, karena investor mengantisipasi kebijakan OPEC dan Rusia yang berniat mengerek produksi demi mengimbangi potensi penurunan pasokan dari Irak dan Venezuela. Sebelumnya, Rusia mengusulkan peningkatan produksi sebesar 1,5 juta barel per hari.

Namun, Iran, Irak dan Venezuela menegaskan terlalu cepat untuk mundur dari kesepakatan pemotongan produksi yang bertujuan untuk mengikis kelebihan suplai di pasar global.

PT KONTAKPERKASA FUTURES

kontak perkasa futures

Harga minyak naik karena sinyal peningkatan produksi OPEC akan lebih kecil

PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 19/06/2018 – Harga minyak dunia naik karena sinyal peningkatan produksi yang dipertimbangkan oleh OPEC+ akan lebih kecil dari rencana awal.

Mengutip Bloomberg, Senin (18/6), harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli di Nymex-AS ditutup naik 1,21% menjadi US$ 65,85 per barel. Sedangkan, harga minyak mentah Brent untuk penyelesaian Agustus di ICE Futures Europe berakhir naik US$ 1,90 menjadi US$ 75,34 per

KONTAKPERKASA FUTURES

Meski demikian, di pasar Asia pada Selasa (19/6) pukul 06.48 WIB, harga minyak WTI bergerak turun tipis ke level US$ 65,79 sebarel.

Sumber yang mengetahui rencana diskusi OPEC+ pada akhir bulan ini, menyebutkan bahwa anggota OPEC mempertimbangkan peningkatan produksi sekitar 300.000 hingga 600.000 barel per hari selama beberapa bulan ke depan. Angka tersebut lebih rendah dari usulan Rusia dan Arab Saudi yaitu 1,5 juta barel. Kelompok produsen minyak ini akan bertemu secara resmi di Wina pada pekan ini untuk membahas mengenai keberlanjutan kesepakatan pemangkasan produksi.

“Itu akan menjadi perkembangan yang bullish jika peningkatan produksi hanya mendekati 300.000 barel, bukan 1,5 juta,” kata Bob Yawger, Direktur berjangka Mizuho Securities USA Inc, seperti dilansir Bloomberg, Selasa.

Berita utama OPEC akan sedikit lebih sensitif bagi harga patokan internasional dibandingkan terhadap WTI,” imbuhnya.

Sebelumnya, bulan ini, harga minyak di AS sudah turun 1,8% di tengah potensi OPEC mengurangi kuota pemangkasan produksi yang sudah dilakukan sejak 2017. Namun, Iran, Venezuela dan Irak menolak gagasan itu.

Iran mengklaim memiliki dukungan dari Irak dan Venezuela untuk memveto setiap usulan peningkatan produksi yang lebih besar. “Jika Arab Saudi dan Rusia menginginkan peningkatan produksi, membutuhkan suara bulat,” kata Hossein Kazempour Ardebili, perwakilan Iran di OPEC, Minggu.

Phil Flynn, analis pasar senior di Prices Futures Group menilai, hal itu akan memberi pasar alasan untuk tidak sell. “Penurunan ekspor dari Iran dan Venezuela akan meredam dampak dari rencana kenaikan produksi minyak OPEC,” katanya.

PT KONTAKPERKASA

Harga minyak dunia naik didukung pelemahan dolar AS

PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 02/02/2018 –  Harga minyak dunia menguat pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena dolar AS yang lebih lemah membuat komoditas-komoditas yang dihargakan dalam dolar AS lebih menarik bagi para pemegang mata uang lainnya.

Dolar AS turun terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada Kamis (1/2), karena para investor mempertimbangkan sejumlah data ekonomi. Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,38 persen menjadi 89,047 pada pukul 15.00 waktu setempat. (20.00 GMT).

PT KONTAK PERKASA

Sentimen investor juga didorong oleh prospek yang dirilis Goldman Sachs. Goldman Sachs mengatakan pada Kamis (1/2) bahwa pasar kemungkinan mencapai keseimbangan antara penawaran dan permintaan, dan memperkirakan minyak mentah Brent diperdagangkan di atas 80 dolar AS per barel akhir tahun ini, menurut Market Watch.

Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret, naik 1,07 dolar AS, menjadi menetap di 65,80 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman April, bertambah 0,60 dolar AS menjadi ditutup pada 69,65 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange

kontak perkasa futures

Harga minyak naik setelah persediaan AS diperkirakan turun

PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 25/10/2017 – Harga minyak dunia berakhir lebih tinggi pada Selasa (Rabu pagi WIB), setelah persediaan minyak mentah Amerika Serikat diperkirakan akan menurun.

KONTAK PERKASA FUTURES 

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember, bertambah 0,57 dolar AS menjadi menetap di 52,47 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Desember, naik 0,96 dolar AS menjadi ditutup pada 58,33 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Para analis memperkirakan stok minyak mentah AS akan turun sebesar 2,5 juta barel dalam laporan persediaan mingguan terakhir. Stok bensin dan distilat juga diperkirakan akan turun setidaknya 1,5 juta barel.

Investor-investor sedang menunggu laporan resmi Badan Informasi Energi AS (EIA) yang dijadwalkan akan dirilis pada Rabu waktu setempat, untuk mendapatkan lebih banyak informasi tentang data persediaan minyak.

Sementara itu, harga minyak mendapat dukungan setelah menteri energi Saudi mengatakan bahwa fokus para eksportir minyak tetap mengurangi stok minyak ke rata-rata lima tahun mereka, dan meningkatkan prospek perpanjangan pengekangan produksi, setelah pakta pengurangan pasokan OPEC berakhir, menurut Reuters.

Harga minyak juga meningkat setelah akhir pekan lalu, perusahaan jasa ladang minyak Baker Hughes dalam laporan mingguannya, mengatakan bahwa jumlah rig yang beroperasi di ladang-ladang minyak AS berkurang tujuh rig menjadi total 736 rig.

Namun, para analis menyatakan bahwa pengurangan jjumlah rig pengeboran di AS bersifat sementara, karena aktivitas telah terkendali setelah terancam badai baru-baru ini.

Sementara itu, ketegangan geopolitik di Timur Tengah terus memberi dukungan di pasar minyak.

Para analis mengatakan kerusuhan di Timur Tengah dan meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran mendorong harga minyak, karena para pedagang khawatir ketegangan geopolitik dapat mengurangi ekspor minyak dari wilayah tersebut, demikian Xinhua melaporkan.

Harga minyak terus menguat di tengah ketegangan geopolitik

PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 19/10/2017 – Harga minyak dunia terus menguat pada Rabu (Kamis pagi WIB), dengan minyak mentah AS naik ke level tertinggi tiga minggu, karena meningkatnya gejolak di Timur Tengah memberikan dukungan di pasar.

Pasukan Irak benar-benar mengakhiri operasi besar untuk merebut kembali daerah-daerah yang disengketakan, yang diklaim Baghdad dan wilayah semi-otonom Kurdistan, kata militer Irak pada Rabu (18/10) seperti dilansir Xinhua.

Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan pada Rabu (18/10) bahwa Iran akan mengurangi kesepakatan nuklir internasional 2015 menjadi tercabik-cabik, jika Amerika Serikat mencabutnya, media setempat melaporkan.

Para pedagang juga fokus terhadap data persediaan minyak AS. Persediaan minyak mentah turun 5,7 juta barel pada pekan yang berakhir 13 Oktober menjadi 456,5 juta barel, 2,6 persen di bawah level setahun yang lalu, kata Badan Informasi Energi AS (EIA) dalam laporan mingguannya pada Rabu (18/10).

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November, naik 16 sen dolar AS menjadi menetap pada 52,04 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Desember, naik 27 sen menjadi ditutup pada 58,15 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

KONTAK PERKASA FUTURES