Arsip Tag: PT KONTAK PERKASA FUTURES

Dihajar Dolar AS, Harga Emas Dunia Keok

PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 22/02/2019 – Harga emas pada perdagangan pagi hari ini, Jumat (22/2/2019), masih berlanjut melemah.

Hingga pukul 08:50 WIB, harga emas kontrak April di Bursa COMEX turun 0,05% ke posisi US$ 1.327,1/troy ounce, setelah amblas 1,49% pada perdagangan kemarin (22/2/2019).

Selama sepekan, harga emas sudah terkerek naik 0,16% secara point-to-point, sedangkan sejak awal tahun, harga logam mulia ini tercatat menguat 3,57%.

PT KONTAK PERKASA

Harga emas masih terus tertekan pascarilis notulensi rapat bank sentral AS, The Fed, kemarin. Pasalnya, The Fed mengisyaratkan dapat kembali menaikkan suku bunga saat sentimen ketidakpastian menurun.

Kabar tersebut memberi energi positif bagi dolar AS untuk dapat menguat terhadap mata uang negara lain. Bahkan pagi ini nilai Dolar Index (DXY) yang merefleksikan posisi greenback relatif terhadap enam mata uang utama dunia masih menguat 0,02% ke posisi 96,62.

KONTAK PERKASA FUTURES

Selain itu, karena memang harganya yang sudah naik cukup banyak, ruang untuk mengamankan keuntungan juga terbuka lebar.

Iklan

The Fed Galau, Harga Emas Turun Tipis

PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 21/02/2019 – Harga emas pagi hari ini (21/2) kembali terjerumus di zona merah. Hingga pukul 08:45 WIB, harga emas kontrak April di pasar COMEX turun 0,5% ke posisi US$ 1.341,2/troy ounce, setelah menguat 0,23% pada perdagangan kemarin (20/2).

Selama sepekan, harga emas sudah terkerek naik 2,08% secara point-to-point. Sedangkan sejak awal tahun, harga logam mulia ini tercatat menguat 4,67%.

KONTAK PERKASA FUTURES

https://datawrapper.dwcdn.net/JrEYI/1/

KONTAK PERKASA FUTURES
Meski melemah, namun pergerakan harga emas masih terbatas.

Tafsiran atas notulensi rapat The Fed edisi Januari membuat investor masih galau untuk menentukan langkah.

Pasalnya The Fed kembali menegaskan akan lebih bersabar dalam mengeksekusi kenaikan suku bunga yang selanjutnya.

Namun juga ada pernyataan bank sentral yang siap mengubah stance saat derajat ketidakpastian ekonomi menurun.
KONTAK PERKASA FUTURES

Sikap The Fed yang masih tak jelas arahnya ini ikut membuat emas masih cenderung ditahan. Akan tetapi karena harganya yang sudah naik banyak sejak awal tahun, maka ruang untuk mengambil keuntungan juga terbuka lebar.

Produksi Minyak AS Diprediksi Naik, Apa Kabar Harga Minyak?

PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 20/01/2019 –  Harga minyak mentah pada siang hari ini (20/2) berbalik arah menguat, setelah berkubang di zona merah pagi hari tadi. Namun memang pergerakan harga minyak hari ini masih terbatas dan cenderung stagnan.

Hingga pukul 11:45 WIB, harga minyak jenis Brent kontrak April menguat sebesar 0,05% ke posisi US$ 66,48/barel, setelah sebelumnya juga melemah 0,08% kemarin (19/2).

Sementara harga minyak jenis lightsweet (WTI) kontrak Maret naik sebesar 0,25% ke level US$ 56,23/barel, setelah ditutup menguat 0,9% pada perdagangan sehari sebelumnya.
PT KONTAK PERKASA

Selama sepekan harga minyak telah naik sekitar 4,42% secara point-to-point. Sedangkan sejak awal tahun, harga si emas hitam masih tercatat naik sekitar 23%.

https://datawrapper.dwcdn.net/tSmh1/1/

Gerakan untuk mengurangi pasokan minyak dunia yang dipimpin oleh Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) masih menjadi faktor kunci yang mempengaruhi pergerakan harga minyak.

PT KONTAK PERKASA

Seperti yang telah diketahui sebelumnya, OPEC bersama Rusia dan sekutu lainnya telah bersepakat untuk memangkas produksi minyaknya hingga 1,2 juta barel/hari mulai 2019.

Pada bulan Januari, dalam laporan bulanan yang dirilis OPEC beberapa waktu lalu, produksi minyak dari 14 negara anggota organisasi tersebut telah terpangkas 797.000 barel/hari, atau hanya kurang sedikit dari kesepakatan yang sebesar 800.000 barel/hari.

Hal ini membuat pelaku pasar semakin optimis bahwa OPEC akan benar-benar patuh pada hasil pertemuannya dengan Rusia pada 7 Desember 2018 silam.

Bahkan tak cukup hanya itu, Menteri Energi Arab Saudi, Khalid al-Falih mengatakan bahwa negaranya berencana untuk memproduksi minyak sebesar 9,8 juta barel/hari di bulan Maret, seperti yang dilansir Finansial Times, mengutip Reuters. Artinya, Arab Saudi akan menambah kuota pemangkasan produksi lebih dari 500.000 barel/hari.

Faktor kunci lain yang ikut memberi sokongan bagi harga minyak adalah sanksi Amerika Serikat (AS) atas Iran dan Venezuela.
PT KONTAK PERKASA

Berdasarkan data pemantauan kapal yang didapat dari Refinitiv, rata-rata ekspor minyak Iran pada bulan Februari berada di level 1,25 juta barel.

Meskipun berada di atas ekspektasi pasar yang berada di bawah 1 juta barel/hari, namun jumlahnya telah jauh berkurang sejak mulai berlakunya sanksi AS atas program nuklir Negeri Persia pada April 2018.

Normalnya (sebelum ada sanksi) nilai ekspor minyak Iran setidaknya mencapai 2,5 juta barel/hari.

Sebagai akibat adanya pengurangan pasokan minyak yang digerakkan OPEC tersebut, Bank BNP Paribas mengatakan dalam sebuah catatan, bahwa pihaknya memprediksi harga minyak “akan menguat sampai kuartal III-2019” dengan rata-rata harga Brent sebesar US$ 73/barel, sedangkan WTI US$ 66/barel, mengutip Reuters.

Namun demikian, terus naiknya produksi minyak AS juga memberikan energi negatif bagi pergerakan harga minyak.

Sejak awal 2018, produksi minyak Negeri Paman Sam telah meningkat lebih dari 2 juta barel/hari.

Bahkan pada September 2018, produksi minyak AS menyentuh rekor, sebesar 11,9 juta barel/hari, yang memantapkan posisinya sebagai ‘Raja Minyak’ dunia.

Tak berhenti sampai di situ, kemarin lembaga resmi pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA) mengatakan bahwa produksi minyak negaranya masih akan terus naik, seiring dengan meningkatnya produksi minyak serpih, seperti yang dilansir dari Reuters.

Di saat pertumbuhan ekonomi global tengah melambat, maka meningkatnya pasokan akan membuat kesetimbangan fundamental (pasokan-permintaan) akan terganggu.

pt kontak perkasa

China Batasi Impor Batu Bara Australia, Indonesia Untung

PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 19/02/2019 – Pada penutupan perdagangan kemarin (18/2) harga batu bara Newcastle kontrak Februari di pasar ICE sedikit menguat sebesar 0,16% ke level US$ 95,00/metrik ton.

Penguatan harga batu bara terjadi setelah sebelumnya ditutup melemah sebesar 0,11% pada perdagangan akhir pekan lalu.

KONTAK PERKASA FUTURES
Selama sepekan, harga batu bara sudah terpangkas 1,76% secara point-to-point. Sedangkan sejak awal tahun, harga komoditas ekspor andalan Indonesia ini tercatat amblas 6,9%.

https://datawrapper.dwcdn.net/338f6/2/

Pergerakan harga batu bara masih kuat dibayangi awan kelabu akibat perlambatan ekonomi global, terutama di China yang sudah menunjukkan gejalanya sejak tahun lalu.

Kemarin, China merilis angka penjualan mobil periode Januari yang tercatat turun 15,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY)

Hal tersebut menunjukkan bahwa kegiatan manufaktur yang banyak mengkonsumsi energi juga sedang lesu.

Terlebih, China merupakan konsumen energi batu bara yang menguasai lebih dari setengah konsumsi batu bara dunia. Selain itu, World Bank juga mengemukakan bahwa lebih dari 70% energi listrik yang ada di China masih dibangkitkan oleh batu bara.

Turunnya aktivitas manufaktur di China tentunya membuat pelaku pasar semakin khawatir penurunan permintaan energi akan semakin dalam.

Di sisi lain, ternyata pembatasan impor batu bara di China juga masih terus berlanjut hingga saat ini.

KONTAK PERKASA FUTURES

Bahkan Bahkan kemarin (18/2) Reuters mengabarkan bahwa pialang asal China menghentikan sementara pembelian batu bara dari Australia.

Sebab, waktu pemeriksaan di Bea Cukai China bertambah hingga dua kali lipat, hingga setidaknya 40 hari untuk batu bara yang masuk dari Australia.

Para pelaku pasar mengatakan bahwa hanya kapal kargo yang berasal dari Negeri Kanguru yang terdampak kebijakan tersebut.

“Kami telah menghentikan pesanan batu bara dari Australia karena masih belum tahu sampai kapan pembatasan [impor] tetap berlaku,” kata seorang manger sebuah perusahaan dagang di Shanghai yang biasanya membeli 400.000 ton batu bara Australia setiap bulan, mengutip Reuters.

Masih belum jelas mengapa China cenderung menghambat impor asal Australia. Namun memang ketegangan antara Beijing dan Canberra sempat meningkat bulan lalu akibat isu keamanan siber dan pengaruh China di negara-negara kepulauan Pasifik, mengutip Reuters.

Hingga saat ini, pihak administrasi umum pabean China belum memberikan komentar atas kejadian ini

Mengingat batu bara Newcastle merupakan batu bara asal Australia, maka sejatinya tekanan pada harga batu bara akibat sentimen ini akan bersifat regional.

KONTAK PERKASA FUTURES
Batu Bara Indonesia Mendapat Keuntungan

Dalam kesempatan ini, batu bara asal Indonesia bisa mendapatkan keuntungan. Pasalnya untuk menggantikan pasokan dari Australia, pialang asal China melirik Indonesia sebagai pilihan yang menarik.

“Permintaan China atas batu bara Indonesia tetap tinggi,” kata salah satu pialang asal China yang khusus melayani pasokan dari Asia Tenggara, mengutip Reuters.

Meski memiliki kalori yang relatif rendah, yaitu hanya sebesar 4.200 kcal/kg menurut survei Argus Media, namun batu bara asal Merah Putih bisa menjadi alternatif.

Sebab, batu bara Indonesia seringkali digunakan sebagai bahan campuran batu bara lokal China karena kandungan sulfur yang rendah, mengutip Reuters.

Popularitas dari batu bara Indonesia terlihat dari data pelabuhan yang berhasil dikompilasi oleh Reuters. Pada bulan Januari, China tercatat mengimpor 12,3 ton batu bara Indonesia, dimana merupakan jumlah bulanan yang tertinggi setidaknya sejak Januari 2015.

Jumlah tersebut meningkat hampir 2 kali lipat dari bulan Desember yang hanya 6,8 juta ton, dan juga melampaui jumlah di November yang sebesar 8,7 juta ton.

Memang, nilai impor batu bara Australia juga meningkat menjadi 7,9 juta ton di Januari dibandingkan Desember yang sebesar 5,8 juta ton. Namun hanya naik sedikit dibandingkan bulan November yang sebesar 7,8 juta ton.

Dari data pengiriman batu bara tersebut dapat terlihat bahwa Indonesia agaknya mengungguli China, setidaknya untuk permintaan dari China.

Sebagai informasi, Australia merupakan eksportir batu bara terbesar di dunia, sedangkan Indonesia berada di urutan ke-2.

Smber : cnbcnews

Dibuai Damai Dagang AS-China, IHSG Melesat 1,2%

PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 18/02/2019 – Mengawali perdagangan pertama pekan ini, Senin (18/2/2019), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat hingga 1,2% ke level 6.466,04 pada penutupan sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kinerja IHSG senada dengan bursa saham utama kawasan Asia yang juga ditransaksikan di zona hijau: indeks Nikkei naik 1,85%, indeks Shanghai naik 1,79%, indeks Hang Seng naik 1,51%, indeks Straits Times naik 0,76%, dan indeks Kospi naik 0,54%.

PT KONTAK PERKASA

Pelaku pasar bersuka cita merayakan mesranya hubungan AS-China pascakedua negara selesai menggelar negosiasi dagang di Beijing sepanjang pekan lalu. Melalui sebuah cuitan di Twitter, Presiden AS Donald Trump menyebut bahwa dialog dagang dengan China telah mencapai banyak kemajuan.

“Baru saja bertemu dengan staf saya untuk membahas kesepakatan dagang dengan China. Kemajuan sudah diraih dalam begitu banyak hal. Negara ini punya potensi yang luar biasa untuk terus tumbuh ke level yang lebih tinggi!” cuit Trump melalui akun @realDonaldTrump.

Trump juga sudah berani sesumbar bahwa AS dan China bisa mencapai kesepakatan dagang dalam waktu dekat. Bahkan, Trump juga bicara mengenai potensi pencabutan bea masuk bagi impor produk-produk China.

“Kita sudah lebih dekat untuk menuju kesepakatan dagang. Saya akan merasa terhormat untuk menghapus berbagai bea masuk jika kesepakatan sudah tercapai,” tegas Trump, mengutip Reuters.

Sejauh ini, balas-membalas bea masuk yang dilakukan kedua negara jelas sudah menyakiti perekonomian masing-masing, berikut perekonomian dunia. Jika sampai bea masuk tersebut dipangkas habis alias dihilangkan, tentu arus perdagangan dunia akan kembali pulih dan mendorong pertumbuhan ekonomi ke level yang lebih tinggi.

Dari kubu China, Presiden Xi Jinping yang menemui delegasi AS pada hari Jumat ikut membawa energi positif. Menurut Xi, berbagai kemajuan sudah diraih dalam perundingan selama sepekan di ibukota.
PT KONTAK PERKASA

“Konsultasi antara dua pihak telah mencapai kemajuan. Saya berharap Anda semua akan melanjutkan upaya ini guna mencapai kesepakatan bersama. Win-win agreement,” tutur Xi dalam pidato di Great Hall of the People, mengutip Reuters.

Sebagai informasi, sebagai tindak lanjut dari pertemuan di China pada pekan kemarin, negosiasi dagang lanjutan akan digelar di Washington pekan ini pada level menteri dan wakil menteri.

Rilis data ekonomi dari kawasan regional juga membantu IHSG mengakhiri sesi 1 di zona hijau.

Pada hari ini, pemesanan barang-barang mesin inti di Jepang periode Desember 2018 diumumkan hanya terkontraksi sebesar 0,1% MoM, jauh lebih baik dibandingkan konsensus yang memperkirakan kontraksi hingga 1,1% MoM, seperti dilansir dari Trading Economics.

Smber : cnbcnews

Indeks Berjangka AS Turun Terkait Kekhawatiran Investor Terhadap Ekonomi, Politik

PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 15/02/2019 – Indeks saham berjangka AS jatuh pada hari Jumat, mengarah ke awal yang lebih lemah untuk Wall Street karena investor bersiap untuk data ekonomi dan ketegangan politik baru di tengah laporan bahwa Presiden Donald Trump dapat menyatakan darurat nasional untuk mendapatkan dana bagi pembuatan dinding perbatasan.

KONTAK PERKASA FUTURES

Pada saat yang sama, pembicaraan perdagangan AS-China sedang ditutup dengan gambaran yang tidak jelas tentang berapa banyak kemajuan yang telah dibuat.

Indeks berjangka Dow Jones Industrial Average turun 122 poin, atau 0,5%, ke 25.305, sementara indeks berjangka S&P 500  turun 11,9 poin, atau 0,4% menjadi 2.731,50. Indeks berjangka Nasdaq-100 turun 34,5 poin, atau 0,5%, menjadi 6.984,75.

KONTAK PERKASA FUTURES

Pada hari Kamis, Dow Jones Industrial Average turun 103,88 poin, atau 0,4%, menjadi 25.439,39, sementara indeks S&P 500 turun 7,30 poin, atau 0,3%, menjadi 2.745,73. Indeks Nasdaq Composite naik tipis 6,58 poin menjadi 7.426,95.(mrv)

Sumber: Marketwatch

Emas Naik Tipis, Tapi Mencapai Kenaikan Dua Sesi Beruntun

PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 14/02/2019  –  Emas berjangka berakhir lebih tinggi untuk sesi kedua berturut-turut pada hari Rabu, tetapi mengupas banyak kenaikan sebelumnya karena para pedagang mengikuti pergerakan dalam indeks dolar, perkembangan terbaru dalam sengketa perdagangan AS-Cina dan upaya untuk menghindari penutupan sebagian pemerintah AS.

KONTAK PERKASA

Emas April naik tipis $ 1,10, atau kurang dari 0,1%, menjadi $ 1,315,10 per ounce. Kontrak paling aktif telah diperdagangkan setinggi $ 1,321.70. Saham SPDR Emas ETF naik kurang dari 0,1%.

KONTAK PERKASA

Indeks Dolar AS terhadap sekeranjang enam rival utama, naik 0,3% pada 97,035.(Arl)

Sumber : Marketwatch