Tag Archives: THE FED

PT KONTAK PERKASA || Emas berjangka ditutup lebih tinggi, kemudian turun pasca keputusan Fed

PT KONTAKPERKASA FUTURES BALI 31/10/2019 – Emas berjangka ditutup dengan kenaikan pada Rabu ini, diikuti penurunan back-to-back, kemudian bergerak lebih rendah pasca Federal Reserve AS mengumumkan pemangkasan seperempat poin ke suku bunga acuannya, seperti yang diharapkan.

FOMC mengatakan akan “memantau” prospek ekonomi karena “menilai jalur yang tepat dari kisaran target untuk suku bunga Fed.” Emas Desember berada di $ 1,494.10 per ons dalam perdagangan elektronik, tak lama setelah pernyataan kebijakan Fed. Kontrak diselesaikan naik  6, atau 0,4%, pada level $1,496.70 di Comex, jelang keputusan The Fed.(yds)

Sumber: Marketwatch

The Fed Galau, Harga Emas Turun Tipis

PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 21/02/2019 – Harga emas pagi hari ini (21/2) kembali terjerumus di zona merah. Hingga pukul 08:45 WIB, harga emas kontrak April di pasar COMEX turun 0,5% ke posisi US$ 1.341,2/troy ounce, setelah menguat 0,23% pada perdagangan kemarin (20/2).

Selama sepekan, harga emas sudah terkerek naik 2,08% secara point-to-point. Sedangkan sejak awal tahun, harga logam mulia ini tercatat menguat 4,67%.

KONTAK PERKASA FUTURES

https://datawrapper.dwcdn.net/JrEYI/1/

KONTAK PERKASA FUTURES
Meski melemah, namun pergerakan harga emas masih terbatas.

Tafsiran atas notulensi rapat The Fed edisi Januari membuat investor masih galau untuk menentukan langkah.

Pasalnya The Fed kembali menegaskan akan lebih bersabar dalam mengeksekusi kenaikan suku bunga yang selanjutnya.

Namun juga ada pernyataan bank sentral yang siap mengubah stance saat derajat ketidakpastian ekonomi menurun.
KONTAK PERKASA FUTURES

Sikap The Fed yang masih tak jelas arahnya ini ikut membuat emas masih cenderung ditahan. Akan tetapi karena harganya yang sudah naik banyak sejak awal tahun, maka ruang untuk mengambil keuntungan juga terbuka lebar.

Data lemah dan ketidakpastian Fed dorong dolar AS bervariasi

PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 02/08/2017 –  Kurs dolar AS diperdagangkan bervariasi atau “mixed” terhadap mata uang utama lainnya pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena data ekonomi AS yang lemah membuat prospek kebijakan Federal Reserve tidak menentu.

Di sisi ekonomi, pendapatan pribadi AS menurun kurang dari 0,1 persen pada Juni, di bawah perkiraan kenaikan 0,3 persen, menurut Departemen Perdagangan pada Selasa (1/8).

Sementara itu, pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) pada Juni meningkat 8,1 miliar dolar AS atau 0,1 persen.

PT KONTAK PERKASA

Para analis mengatakan investor menjadi kurang yakin bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga acuannya lagi tahun ini. Ekspektasi kenaikan suku bunga pada Desember mencapai 52 persen pada Selasa (1/8), menurut program FedWatch CME Group.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,10 persen menjadi 92,956 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,1810 dolar AS dari 1,1825 dolar AS, dan poundsterling Inggris naik menjadi 1,3218 dolar AS dari 1,3193 dolar AS. Dolar Australia turun menjadi 0,7977 dolar AS dari 0,7990 dolar AS.

Dolar AS dibeli 110,23 yen Jepang, lebih rendah dari 110,37 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9652 franc Swiss dari 0,9663 franc Swiss, dan naik tipis menjadi 1,2526 dolar Kanada dari 1,2478 dolar Kanada, demikian Xinhua.

 

PT KONTAK PERKASA

Ketua Fed Yellen yakin ekonomi aman dari krisis

PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 28/06/2017 – Ketua bank sentral AS (Federal Reserve) Janet Yellen mengatakan pada hari Selasa bahwa dia percaya tidak akan terjadi krisis keuangan setidaknya selama masa hidupnya, itu terutama berkat reformasi sistem perbankan sejak krisis 2007-2009.

“Apakah saya katakan tidak akan pernah ada krisis keuangan lagi?” Yellen mengatakan pada sebuah acara tanya-jawab di London, yang dikutip oleh Reuters.

“Anda tahu mungkin itu akan menjadi terlalu jauh tapi saya pikir kita jauh lebih aman dan saya berharap hal itu tidak akan terjadi dalam masa hidup kita dan saya tidak yakin akan hal itu,” katanya.

Yellen mengatakan akan “tidak menjadi hal yang baik” jika reformasi industri jasa keuangan sejak krisis dihentikan, dan mendesak mereka yang telah membantu mengatasi dampak pada saat itu untuk menjadi vokal dalam mencegah dilusi semacam itu.

Presiden A.S. Donald Trump mengatakan dalam kampanye pemilihannya bahwa dia akan mengeluarkan peraturan perbankan. Departemen Keuangan AS awal bulan ini mengusulkan pelonggaran pembatasan yang dihadapi bank-bank besar dalam operasi perdagangan mereka.

Yellen menolak berkomentar saat ditanya tentang hubungannya dengan Trump namun mengatakan bahwa dia memiliki hubungan kerja yang baik dengan Menteri Keuangan A. Steve Mnuchin.

Dia juga menegaskan kembali pandangannya bahwa bank sentral AS akan terus menaikkan suku bunga secara bertahap.

“Kami pikir ini akan sesuai untuk pencapaian tujuan kita untuk menaikkan suku bunga secara bertahap ke tingkat yang cenderung tetap rendah, walaupun ada ketidakpastian mengenai hal ini, agar tetap rendah menurut standar historis untuk waktu yang lama,” katanya. .

Dia mengatakan stockpile obligasi the Fed untuk membantu ekonomi AS melewati krisis akan menyusut “secara bertahap dan dapat diperkirakan”, demikian dilaporkan Reuters.

KONTAK PERKASA FUTURES

Suku bunga The Fed hadang laju rupiah

PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 13/03/2017 – Jelang rapat petinggi The Fed, Federal Open Market Committee(FOMC) pada Rabu (15/3)Kamis (16/3) waktu Indonesia, rupiah diprediksi terus melemah. Terlebih, probabilitas kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) bulan ini nyaris mencapai 100%.

Bloomberg mencatat, di pasar spot Jumat (10/3), rupiah masih menguat 0,10% jadi Rp 13.376 per dollar AS, dengan total keunggulan 0,05% dalam sepekan. Tapi, di kurs tengah Bank Indonesia (BI), valuasi rupiah melemah 0,14% ke Rp 13.393 per dollar AS dan sepekan turun 0,13%.

Putu Agus Pransuamitra, Head of Forex Market Desk PT Monex Investindo Futures, menyatakan, probabilitas kenaikan suku bunga The Fed bulan ini dipicu membaiknya data tenaga kerja negeri Uak Sam yang rilis akhir pekan lalu. ME Group’s FedWatch pekan lalu menyebutkan, potensi kenaikan suku bunga The Fed mencapai 92%. PT KONTAK PERKASA FUTURES

Sekadar informasi, data Non-Farm PayrollAS pada Februari 2017 tercatat naik 235.000 orang. Sementara tingkat pengangguran turun menjadi 4,7%, sesuai prediksi.

Nilai tukar rupiah diperkirakan tidak akan anjlok terlalu dalam jika The Fed jadi menaikkan suku bunganya. Salah satunya karena pekan ini rupiah mendapat sokongan dari rilis neraca perdagangan.

Bahkan, sebelum pertemuan FOMC, rupiah punya kesempatan untuk unggul. Itu sebabnya, Putu memprediksi, rupiah bisa bergerak di kisaran Rp 12.270-Rp 13.450 per dollar AS sebelum FOMC. Tapi, “Jika suku bunga naik, valuasi rupiah melemah ke Rp 13.500,” katanya.

Sementara, Lana Soelistianingsih, Kepala Ekonom Samuel Aset Manajemen, menilai, pasar sudah mengantisipasi kenaikan suku bunga The Fed sejak pekan lalu. Makanya, jika suku bunga The Fed naik, rupiah hanya melebar ke Rp 13.420 per dollar AS.

Salah satu penyokong kekuatan rupiah adalah cadangan devisa sebesar US$ 119,9 miliar. “BI masih punya amunisi untuk intervensi rupiah,” ujar Lana. Baik Lana maupun Putu sepakat, pelemahan rupiah hanya berlangsung sepekan.

Dampak ke arus modal

Rully Arya Wisnubroto, Analis Pasar Uang PT Bank Mandiri Tbk, menggarisbawahi pentingnya pernyataan Gubernur The Fed Janet Yellen selepas rapat FOMC. Soalnya, “Pasar juga menanti sinyal kenaikan suku bunga berikutnya,” jelasnya.

Selain itu, yang patut diwaspadai adalah dampaknya pada arus modal asing bulan ini. Jika tekanan outflow membesar, bukan tidak mungkin rupiah kembali terpuruk.

Namun, intervensi BI diharapkan bisa membuat rupiah stabil. Walau pada rapat FOMC Juni, The Fed mungkin kembali mengerek suku bunga. Bahkan, rencana suku bunga naik tiga kali tahun ini diproyeksi benar terjadi.

Karena itu, Rully memprediksikan, hingga semester I-2017, rupiah ada di kisaran Rp 13.400-Rp 13.600. Sedangkan Putu memperkirakan rupiah bertahan di Rp 13.400-Rp 13.470 hingga akhir Juni. PT KONTAK PERKASA FUTURES