Arsip Tag: wallstret

Wall Street cerah menyambut musim laporan keuangan

PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 05/04/2018 – Tiga indeks utama Wall Street menguat lagi sekitar 1% pada perdagangan Rabu (4/4). Musim laporan keuangan mengalihkan sementara fokus pasar dari perang dagang antara Amerika Serikat dan China.

KONTAK PERKASA FUTURES

Dow Jones Industrial Average menguat 0,96% ke 24.264,30. Indeks S&P 500 naik 1,16% ke 2.644. Sedangkan Nasdaq Composite melonjak 1,45% ke 7.042,11.

Pada perdagangan pagi, aksi jual masih terjadi. Tapi aksi ini tertahan pada siang hari setelah penasihat ekonomi Gedung Putih, Larry Kudlow mengatakan bahwa pemerintah tengah bernegosiasi dengan China, bukan menggelar perang dagang.

Tensi investor menurun setelah menimbang bahwa pengenaan tarif tidak akan berlaku segera. Robert Phipps, direktur Per Stirling Capital Management mengatakan, soal perdagangan, ucapan Donald Trump lebih buruk daripada aksi yang dilakukannya.

“Musim laporan keuangan yang akan mengangkat pasar dari titik terendah dan masalah perdagangan akan menjadi sampingan,” kata Phipps kepada Reuters.

PT KONTAK PERKASA

Iklan

Wall Street tertekan sentimen Korea Utara

PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 10/08/2017 –  Ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump kepada Korea Utara yang dibalas Pyongyang dengan ancaman merudal Guam, membuat investor menarik modalnya dari saham dan asset-asset berisiko lainnya untuk dialihkan kepada tempat singgah modal aman seperti emas dan obligasi.

Saling ancam antara Trump dan Korea Utara membuat indeks kekhawatiran pasar di Wall Street, VIX, naik 1,4 persen menjadi 11,11 atau yang tertinggi dalam satu bulan.

Indeks Dow Jones Industrial Average terpangkas 36,64 poin atau 0,17 persen menjadi 22.048,7 poin, indeks S&P 500 turun tipis 0,9 poin atau 0,04 persen menjadi 2.474,02 poin dan indeks Nasdaq tertekan 18,13 poin atau 0,28 persen pada 6.352,33 poin.

Indeks regional FTSEurofirst 300 juga turun 0,75 persen, disusul indeks MSCI turun 0,33 persen, dan demikian pula dengan pasar saham ekonomi berkembang yang tertekan 0,89 persen.

Portofolio modal sebagian beralih kepada mata uang selain dolar AS, seperti franc Swiss dan yen Jepang yang hari ini ini serempak menguat.

“Kami jelas mencermati meningkatnya ketegangan antara AS dan Korea Utara,” kata Brad Bechtel, direktur pelaksan forex di Jefferies, New York.

Franc Swiss menguat 0,01 persen terhadap dolar AS pada 0,96 per dolar AS, sedangkan yen menguat 0,08 persen pada 110.00 per dolar AS.  Sterling juga menguat 0,02 persen.

Sebagian besar yield obligasi dan harga emas juga naik karena mendapatkan pelimpahan modal dari pasar modal. Harga emas naik 1,3 persen menjadi 1.277,15 dolar AS per ons, demikian Reuters.

PT KONTAK PERKASA FUTURES

Wall Street berakhir variatif di tengah beberapa data ekonomi

PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 12/07/2017 –  Saham-saham di Wall Street berakhir bervariasi pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena para investor mencerna sejumlah data ekonomi AS dan menunggu pidato dari pejabat Federal Reserve.

Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 0,55 poin atau kurang dari 0,01 persen menjadi ditutup pada 21.409,07 poin. Indeks S&P 500 turun tipis 1,90 poin atau 0,08 persen menjadi berakhir di 2.425,53 poin. Indeks Komposit Nasdaq naik 16,91 poin atau 0,27 persen menjadi ditutup pada 6.193,30 poin.

Jumlah lowongan pekerjaan turun menjadi 5,7 juta pada hari kerja terakhir Mei, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan pada Selasa (11/7), gagal memenuhi ekspektasi pasar. Selama sebulan, perekrutan pegawai meningkat menjadi 5,5 juta dan pemutusan hubungan kerja meningkat menjadi 5,3 juta.

Total persediaan barang dagangan pedagang kulakan, kecuali cabang dan kantor penjualan produsen, setelah penyesuaian untuk variasi musiman namun tidak untuk perubahan harga, mencapai 593,9 miliar dolar AS pada akhir Mei, naik 0,4 persen dari tingkat April yang direvisi, menurut departemen perdagangan pada Selasa (11/7). Ini merupakan kenaikan terbesar sejak Desember 2016.

Indeks optimisme usaha kecil Federasi Bisnis Independen Nasional turun menjadi 103,6 pada Juni dari 104,5 pada Mei.

Dalam berita perusahaan, Amazon meluncurkan hari penjualan utama tahunan ketiga, yang akan berlangsung selama 30 jam dan menampilkan ribuan transaksi sangat cepat untuk pelanggan-pelanggan utama.

Sementara itu, Wall Street mengawasi beberapa petunjuk untuk kenaikan suku bunga berikutnya dan dimulainya pengurangan neraca the Fed.

Ketua Federal Reserve, Janet Yellen, akan memberikan kesaksian kebijakan moneter setengah tahunan di hadapan Komite Jasa Keuangan DPR pada Rabu (12/7) dan Kamis (13/7) waktu setempat.

The Fed telah menaikkan suku bunga dua kali tahun ini dan diperkirakan akan menaikkan suku bunga sekali lagi pada tahun ini. Bank sentral juga telah mengisyaratkan keinginannya untuk mulai mengurangi neracanya yang luar biasa 4,5 triliun dolar AS.

PT KONTAK PERKASA FUTURES

Wall Street berakhir turun jalang kesaksian Comey

PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 07/06/2017 – Saham-saham Amerika Serikat memperpanjang kerugian mereka pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena Wall Street menjadi berhati-hati menjelang kesaksian mantan Direktur FBI, James Comey.

Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir turun 47,81 poin atau 0,23 persen menjadi 21.136,23 poin. S&P 500 kehilangan 6,77 poin atau 0,28 persen menjadi ditutup pada 2.429,33 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir turun 20,63 poin atau 0,33 persen menjadi 6.275,06 poin.

PT KONTAK PERKASA FUTURES

Comey dijadwalkan akan memberi kesaksian pada Kamis (8/6) dalam sebuah persidangan terbuka di Capitol Hill, pertama kalinya sejak dia secara tak terduga dipecat oleh Presiden AS Donald Trump pada awal Mei.

Sangat diharapkan bahwa Comey akan memberi kesaksian apakah Trump memintanya untuk menghentikan penyelidikan FBI ke mantan penasihat keamanan nasional Michael Flynn.

Namun, Comey hampir pasti tidak dapat membahas rincian penyelidikan FBI yang sedang berlangsung, yang sekarang diawasi oleh penasihat khusus, menurut laporan media setempat.

Di luar negeri, para investor bersiap untuk pemilihan umum di Inggris yang ditetapkan pada Kamis (8/6).

Sementara itu, ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga menekan sentimen para investor.

Uni Emirat Arab (UAE), bersama Arab Saudi, Bahrain dan Mesir awal pekan ini memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar, dengan menuduh negara Teluk itu mendukung dan membiayai “terorisme” serta mencampuri urusan dalam negeri mereka.

PT KONTAK PERKASA FUTURES

Wall Street ditutup naik di tengah usulan anggaran Trump

PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 24/05/2017 –  Saham-saham di Wall Street berakhir lebih tinggi pada Selasa (Rabu pagi WIB), membukukan kenaikan empat hari berturut-turut, karena para investor terus mengawasi rencana anggaran penuh pertama Presiden Trump.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 43,08 poin atau 0,21 persen menjadi ditutup pada 20.937,91 poin, lapor Xinhua.

Sementara itu, indeks S&P 500 bertambah 4,40 poin atau 0,18 persen menjadi ditutup pada 2.398,42 poin, dan indeks komposit Nasdaq berakhir naik 5,09 poin atau 0,08 persen menjadi 6.138,71 poin.

Para pedagang berfokus pada rencana anggaran Gedung Putih untuk tahun depan, dengan usulan 3,6 triliun dolar AS untuk pemotongan belanja federal selama 10 tahun ke depan.

Media melaporkan bahwa anggaran juga mengasumsikan bahwa pemerintah akan dapat menurunkan pajak untuk bisnis dan rumah tangga.

Saham-saham AS telah membukukan kenaikan yang mantap dan rekor tertinggi baru sejak pemilihan presiden, sebagian karena potensi pajak yang lebih rendah.
kontak perkasa futures
Di sektor ekonomi, penjualan rumah keluarga tunggal baru AS pada April 2017 berada pada tingkat tahunan disesuaikan musiman sebesar 569.000, gagal memenuhi ekspektasi pasar, kata Departemen Perdagangan AS pada Selasa (23/5).

Angka tersebut adalah 11,4 persen di bawah tingkat direvisi pada Maret 642.000, namun 0,5 persen di atas perkiraan April 2016 sebesar 566.000.

Sementara itu, para investor sedang menunggu rilis risalah dari pertemuan Federal Reserve pada Mei dan mencoba untuk menemukan petunjuk tentang langkah selanjutnya dari bank sentral AS.

Para pembuat kebijakan Fed dijadwalkan bertemu bulan depan. Ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga pada Juni mencapai 78,5 persen, menurut alat FedWatch CME Group pada Selasa (23/5).

KONTAK PERKASA FUTURES

pt kontak perkasa futures bali

Wall Street berakhir bervariasi di tengah komentar pejabat Fed

PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 21/03/2017 –  Saham-saham di Wall Street berakhir bervariasi pada Senin (Selasa pagi WIB), setelah terombang-ambing antara keuntungan dan kerugian kecil, karena investor mempertimbangkan komentar dari beberapa pejabat Federal Reserve AS.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 8,76 poin atau 0,04 persen menjadi ditutup pada 20.905,86 poin. Sementara indeks S&P 500 kehilangan 4,78 poin atau 0,20 persen menjadi berakhir di 2.373,47 poin, dan indeks komposit Nasdaq naik tipis 0,53 poin atau 0,01 persen menjadi 5.901,53 poin.

Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari mengatakan pada Senin (20/3) bahwa ia memilih menentang kenaikan suku bunga pekan lalu karena ia ingin melihat inflasi lebih lanjut di AS, menurut CNBC. PT KONTAK PERKASA FUTURES

Sementara itu, Presiden Fed Philadelphia Patrick Harker mengatakan bahwa (kenaikan suku bunga) tidak apa-apa jika inflasi melampaui target The Fed ketika pasar tenaga kerja mengetat.

Presiden Fed Chicago Charles Evans mengatakan bahwa bank sentral akan menunggu sampai Juni untuk memutuskan kenaikan suku bunga berikutnya.

Para investor terus memantau pernyataan-pernyataan para pejabat The Fed untuk lebih banyak pentunjuk tentang apa yang The Fed akan lakukan selanjutnya.

Bank sentral AS pekan lalu menaikkan suku bunga untuk ketiga kalinya sejak krisis keuangan global 2008, karena penguatan pasar kerja dan inflasi naik menuju target The Fed.

Di luar negeri, ekuitas Eropa juga berakhir bervariasi pada Senin (20/3) setelah pertemuan para menteri keuangan G20 selama akhir pekan.

Indeks acuan DAX-30 Jerman di Bursa Efek Frankfurt beringsut turun 0,35 persen, sedangkan indeks acuan FTSE-100 Inggris naik 0,07 persen.

Di Asia, pasar saham Tiongkok berfluktuasi dan berjuang untuk berakhir di wilayah positif pada Senin (20/3), dengan indeks komposit Shanghai naik 0,41 persen menjadi 3.250,81 poin. PT KONTAK PERKASA FUTURES

KONTAK PERKASA

Wall Street berakhir bervariasi di tengah data ekonomi dan laba

PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 20/03/2017 – Saham-saham di Wall Street berakhir bervariasi pada Jumat (Sabtu pagi WIB), setelah terombang-ambing antara keuntungan dan kerugian, karena investor mempertimbangkan sejumlah data ekonomi serta laporan laba perusahaan.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 19,93 poin atau 0,10 persen menjadi ditutup pada 20.914,62 poin. Sementara itu, indeks S&P 500 mengalami penurunan 3,13 poin atau 0,13 persen menjadi ditutup pada 2.378,25 poin dan indeks komposit Nasdaq naik tipis 0,24 poin atau kurang dari 0,01 persen menjadi 5.901,00 poin.

Produksi industri AS tidak berubah pada Februari, menyusul penurunan 0,1 persen pada Januari, Federal Reserve melaporkan pada Jumat (17/3). Pada Februari, output manufaktur naik 0,5 persen merupakan peningkatan bulanan keenam berturut-turut.

“Peningkatan manufaktur Januari dan Februari menandai kinerja terbaik dua bulan dalam tiga tahun terakhir, memperkuat tanda-tanda terbaru bahwa manufaktur domestik rebound dari posisi terendah baru-baru ini, karena ekonomi global stabil dan dolar dengan cepat menghapus penguatannya,” kata Sophia Kearney-Lederman, seorang analis ekonomi di FTN Financial, dalam sebuah catatan seperti dikutip Xinhua. PT KONTAK PERKASA

Sementara itu, angka awal sentimen konsumen untuk Maret naik menjadi 97,6 dari 96,3 pada Februari, menurut indeks sentimen konsumen Thomson Reuters/University of Michigan pada Jumat (17/3).

Dalam berita perusahaan, saham Tiffany melonjak 2,71 persen menjadi 92,42 dolar AS, setelah perusahaan membukukan hasil kuartalan lebih baik dari yang diharapkan.

Peritel perhiasan itu melaporkan hasil keuangan untuk kuartal fiskal keempat yang berakhir pada 31 Januari 2017. Penjualan bersih di seluruh dunia naik satu persen pada kuartal keempat, sementara laba bersih per saham dilusian turun dua persen pada periode yang sama.

Para investor juga terus memantau pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20, yang dimulai pada Jumat (17/3) di Baden-Baden, Jerman.

Dalam basis seminggu, semua tiga indeks utama mencatat keuntungan moderat, dengan Dow, S&P 500 dan Nasdaq masing-masing naik 0,1 persen, 0,2 persen dan 0,7 persen.

PT KONTAK PERKASA